BUMI KITA TEMPAT TINGGAL KITA

Untuk kita penduduk Indonesia memang harus ikhlas dan bersyukur menerima kenyataan bahwa bumi kita tempat tinggal yang kita cintai ini berresiko gempa lebih besar dibanding negeri-negeri lain di dunia, terutama gunung berapi yang masih aktif, bahkan Gunung Merapi yang pernah “dikunceni” oleh almarhum Mbah Marijan dan belum lama ini meletus adalah salah satu gunung yang masih aktif di dunia. Bersyukur ?… efek dari material-material yang dikeluarkan gunung berapi tersebut akan menyuburkan tanah di sekitarnya atau radius tertentu, terbukti kan ? banyak penduduk asli yang masih betah tinggal di sekitar gunung berapi aktif tersebut, meski ancaman erupsi dan awan panas yang dahsyat mengancam, belum gas beracunnya.  Memang awalnya nggak lama setelah bencana, efek rusaknya luar biasa, seperti banjir lahar dingin, yang konon bisa berlangsung bertahun-tahun. . Ada jenis gempa yang lain yang tak kalah dangernya, yaitu Tsunami (bencana ombak air laut), dan tektonik.

Bagi kita yang meskipun berada jauh dari gunung berapi aktif atau pesisir,  Jakarta misalnya, beberapa kali sempat terasa juga getaran kecil gempa, meskipun begitu sempat bikin panik warga, termasuk mereka yang sedang berada di “ketinggian”, maksudnya gedung2 bertingkat. Benda2 seperti lampu gantung, kandang burung yang digantung, atau benda-benda apa saja yang ringan yang digantung di dalam dan sekitar rumah, semua goyang meskipun nggak ada angin.  Juga bejana2, pot kembang yang berisi air. Jadi benda2 tersebut sebetulnya bisa membantu memastikan sedang terjadi getaran gempa atau bukan.  Di tahun 2009 lalu, ketika terjadi gempa di Tasikmalaya JAWA BARAT. Siang hari saya waktu sedang duduk terasa agak pusing, secara reflek saya lalu berdiri berjalan keluar ke teras depan rumah, kebetulan tanpa sengaja saya nengok ke kiri yang ada kandang burung, wah..kok goyang agak keras, padahal tidak ada orang yang menyentuhnya. Yakin sedang terjadi getaran gempa saya panggil seluruh anggota keluarga agar keluar mencari tempat yang aman, area yang lapang dan luas. Benar saja beberapa saat kemudian para tetangga juga ramai keluar semua. Meski ini cuma untuk gempa kecil, yang kalo di daerah kulon,  Jawa Barat ada yang menyebut dengan istilah “lini” , “aya lini euy…”, tapi mana kita tau selanjutnya ada yang lebih “besar”.

Selanjutnya..kita mohon perlindungan kepada Yang Maha Kuasa.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: