UANG..MANA UANGKU..?

Huuh..kalo lagi nggak punya uang, kondisi jadi terasa kurang “kondusif” nih. Di jaman sekarang yang serba serbi begini, uang terasa jadi sangat menentukan, meski bukan segalanya. Kenapa uang bisa jadi semacam motivator ? Mungkin sederhananya begini, manusia butuh makan, pakaian, dll, mungkin (lagi-lagi mungkin) pada jaman dahulu kala, sebelum ada uang, variasi barang, kebutuhan nggak sebanyak jaman sesudah ada uang, jaman dulu orang bisa barter barang kebutuhan dengan hasil bumi, dll. Namun berhubung variasi barang semakin berkembang dan banyak pilihan merk, maka nilai barang yang biasa dipakai untuk barter menjadi menurun, karena si pedagang yang juga punya kebutuhan, ingin juga menukar dengan barang yang sesuai dengan keinginan mereka, apalagi pedagang tersebut sudah surplus barang hasil barteran, kan nggak butuh lagi, seperti beras, gandum. Persaingan yang semakin banyakpun jadi mempengaruhi sistem barter yang akhirnya nggak sesuai lagi. Sehingga dicarilah alat tukar yang sesuai yang dibuat dengan benda, jadi bukan barang jadi. Alat tersebut ditetapkan nilainya oleh pemerintah/penguasa dan resmi. Dengan uang tersebut orang bisa mendapatkan barang yang sesuai dengan keinginan mereka karena sudah banyak pilihan. Semakin orang memiliki banyak uang, maka orang tersebut makin mudah mendapatkan barang yang lebih banyak, apalagi yang konsumtif. Malah jaman sekarang uang banyak bisa jadi yang menentukan sesuatu hal, uang banyak bisa membeli “kemudahan2”.  Demi gengsi, demi harga diri, demi ambisi, demi nafsu, demi sedekah, banyak orang ingin punya banyak uang.
Akankah suatu saat nanti ada prinsip : “LEBIH BAIK LAPAR TAPI PUNYA UANG, DARIPADA KENYANG TAPI NGGAK PUNYA UANG” ..?

Tukang minta-minta atau pengemis sekarang maunya terima “mentahnya aja” yaitu uang.
Di hajatan2, tuan rumah, dibanding menerima kado bungkusan akan lebih senang menerima dalam bentuk uang.

DR. Syafei Antonio dalam beberapa kali ceramahnya: “LEBIH BAIK KAYA TAPI BERSYUKUR, DARIPADA MISKIN TAPI SABAR” . Membuktikan bahwa banyak harta menjadi penting… UANG.

“Ada lho orang yang sebenarnya punya uang tapi ngakunya nggak punya uang, ada juga orang nggak punya uang tapi berani-beraninya bilang punya uang”.

Saya pernah menemui peristiwa di kampung di daerah Sukabumi Jawa Barat, ada tetangga kerabat yang sedang sakit keras dan kabarnya sedang sekarat maut, saya diminta untuk membeli sawahnya. “Cep, eta sawah bade diical, nu bogana samemeh maot bade nyekel artos”, artinya : “Dik, itu sawah akan dijual, yang punyanya, sebelum meninggal pengen megang uang”.

(Kata seorang  pakar)  “HIDUP INI LEBIH DARI SEKEDAR UANG”

Banyak musisi menulis lagu dengan tema “uang”. Money..that’s what I want.(The Beatles). Wo uoo..lagi-lagi uang (Nicky Astria)..duit..duit. ke sini dong aku minta duit ..(Endang Kurnia). Atau lagu Camelia Malik, meski judulnya “Colak-Colek”, tapi dibagian reffnya : “Memang aneh, dunia jaman sekarang, banyak orang-orang bilang, tak ada uang tak sayang”.

Lihat kuiz-kuiz di televisi2, khususnya yang swasta, hadiahnya … pasti uang, “Jaman dulu”, waktu TVRI masih jadi pemain tunggal di urusan media visual, acara2 lomba, seperti Cepat Tepat, Cerdas Cermat dll, masih memberi hadiah kepada pemenangnya berupa barang, biasanya dibungkus kertas sampul warna coklat atau piala atau vandel, sekarang Stasiun TV-TV swasta mungkin cari mudahnya & lebih menarik, transfer uang ke rekening dan ..jangan lupa potong pajak ya pak.

“Harta memang bisa membuat orang bahagia, tapi harta bukan jaminan orang bisa bahagia”  (alm. KH. Zainudin MZ)

“Niat cari Uang, belum juga dapat Uang, eh.. sudah dimintai Uang oleh yang punya Uang”
“Ada uang, abang disayang, tapi abang bisa ditendang kalau nggak ada ? …uang
“Hukum rimba tidak akan pernah hilang dari muka bumi ini selama masih ada uang”

Di level atas, banyak orang menggunakan, mengerahkan segala skill, keahlian, argumen intelektualnya demi yang namanya uang.

Ada istilah “mata duitan” tapi nggak ada istilah “mata uangan”.

Apa bedanya mata duit sama mata uang ?

Banyak orang “mancing” orang dengan uang.

Banyak bisnis yang menjanjikan, katanya sambil kita tidur, otomatis akan mengalir uang.

Memanfaatkan hal yang kecil jadi besar..demi uang

Mengorbankan hal yang besar jadi kecil.. demi uang

Bagaimana cara agar blog kita bisa menghasilkan uang di kala kita nggak punya uang ?

Bagaimana cara kita bersyukur di kala kita nggak punya uang ?

Mau nggak kamu jadi manusia berDuit ?  …
Mau nggak kamu jadi manusia berUang ? …

 

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

One Response to UANG..MANA UANGKU..?

  1. Pingback: BAYAR HUTANG SAMPAI LUNAS | Blog SD18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: