BAGAIMANA CARA BERSYUKUR DI KALA EKONOMI LAGI “TERSUNGKUR”

Sebagian dari kita-kita kalau lagi banyak duit, lagi banyak harta, lagi banyak makanan, lagi promosi jabatan, lagi naik daun, lagi dapat jabatan tinggi, lagi dapat jodoh yang pas, lagi booming, pasti sangat mudah untuk bersyukur, sangat mensyukuri telah dipercaya memegang jabatan prestisius untuk begini begitu, sebagai pengemban tugas ini sebagai pengemban tugas itu, tugas strategis ini, tugas strategis itu. sujud syukur, mengadakan syukuran, walaupun belum mulai bekerja. Semua kalimat yang indah-indah, pujian kepada Yang Maha Kuasa terucap fasih. Tapi kalau suatu saat lagi nggak dapat apa-apa?, sekali waktu lagi susah?, ketika lagi nggak punya makanan?, pas lagi nggak ada uang?, umpama lagi kalah bersaing ? …

Jaman sekarang ini, jaman yang serba-serbi dan penuh warna-warni seperti sekarang gini .. hare gene.. kalau lagi nggak dapat apa-apa yang dicita-citakan, nggak kunjung dapet sukses yang diimpi-impikan, nggak dapet job yang diidam-idamkan, nggak dapet kerjaan yang dilamar, lagi nggak dapet jatah …

Sayangnya, tiada seorangpun manusia di muka bumi ini yang bisa melihat pahala dengan kasat mata.

 

“Seandainya saja pahala bisa dilihat lalu bisa dikonversi ke dalam bentuk uang jutaan rupiah atau milyaran rupiah yang jadi ukuran dan kebanggan.”

“Seandainya setelah memberi seribu langsung dibayar tunai 700 ribu hari itu juga.”

Cuma sayang, sekali lagi sayang. Pahala yang berlipat ganda yang karena manusia tidak sanggup menggambarkannya, yang hanya diumpamakan seperti ukuran tujuh lapis langit dan bumi tersebut nggak bisa dikonversi.  Entah berapa trilyun X sekian trilyun X bertrilyun trilyun … bandingannya kalau dikonversi.   

Sayangnya, sebagian manusia di muka bumi ini, ketika sedang susaahh .. cepat alergi dengan apa yang disebut “SABAR..SABAR…SABAAARRR…”   ( ***** tuh, sabar !!)

Sayangnya, tidak semua manusia di muka bumi ini yang mampu “melihat dan yakin”, bahwa pasti ada “kemudahan-kemudahan” di balik “kesulitan-kesulitan”.

Tidak ada hadiah yang terbesar kecuali dari Allah Yang Maha Pemurah.

Tidak ada harta yang terbesar kecuali dari Allah Yang Maha Kaya. Nggak ada hadiahpun, sebetulnya manusia sudah dikasih “murah” oleh Yang Maha Pemurah.

Nggak banyak hartapun, sebetulnya manusia sudah dikasih “kekayaan” oleh Yang Maha Kaya.

Ketika sakitpun, sebetulnya manusia sedang diberi “kesehatan” oleh Yang Maha Perkasa.

Dan yang pasti lagi, semua orang akan diuji terus, dicoba terus.

Dan semakin tinggi derajat orang, ujian pun semakin berat.   

Seorang teman bilang : “Ambil hikmahnya,.. “Ambil positifnya.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

One Response to BAGAIMANA CARA BERSYUKUR DI KALA EKONOMI LAGI “TERSUNGKUR”

  1. kitmom says:

    trus jadi cara bersyukurnya gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: