KERJA KERAS, INVESTASI, PENGORBANAN

how toTidak ada dalam sejarAH, ada orang dengan investasi murAH, kerja dengan mudAH sambil duduk santai di rumAH, trus dapat uang melimpAH, lalu bisa sukses indAH, kaya raya jadi milyarder berkAH, terkenal dengan cepat, instan. Coba sebutkan! Pengusaha? Artis tenar? Atlit? Pejabat tinggi? …semua wajib kerja keras. Bahkan seorang gembong narkoba/obat bius pun, yang kaya raya, harus kerja ekstra keras untuk menjual “barang” yang sangat dicari, itu “barang” bukan ditawar-tawarkan lagi, tapi yang sangat dicari orang-orang “tertentu”. Resiko bisnis mereka bukan investasi harta lagi tapi nyawa bisa melayang, karena harus bersaing dengan “kompetitor” lain yang sama sadisnya, belum harus berhadapan dengan pemerintah. Mereka wajib kerja keras untuk membangun jaringan dengan hati-hati dengan orang-orang yang sangat terpercaya. Contoh lain, seorang koruptor, mereka kerja tidak sendiri. Dengan orang-orang yang saling percaya, jaringan sangat kuat dan saling melindungi. Terlepas dari baik dan buruk suatu bisnis, untuk mencapai level tertentu yang lebih tinggi, prinsipnya ” NO PAIN NO GAIN “, sukses butuh totalitas dan pengorbanan, tanpa itu semua”NOTHING”. Tapi kok nyebut golongan yang nggak bener semua yah ?. Golongan orang-orang yang bener ?. Contoh sedikit dari sejarah Nabi. Peristiwa di mana Nabi Muhammad SAW ingin mengajarkan tentang Islam di suatu kota yang namanya Tha’if. Untuk mencapai kota tersebut dari kota Mekkah beliau dengan salah seorang sahabatnya perlu berjalan kaki melintasi padang pasir kurang lebih sejauh 95 km. Namun sesampainya di kota Tha’if tersebut bukannya sambutan yang didapat, malah ejekan, makian dan hinaan, bahkan lemparan batu, sampai wajah Nabi luka berlumuran darah. Sebelumnya beliau menerima informasi dari seseorang yang ternyata bohong tentang penduduk di kota Tha’if tersebut yang akan belajar tentang Islam. Tapi karena Nabi Muhammad SAW sangat serius dan ikhlas menerima cobaan tersebut (total) serta memahami penduduk kota tersebut yang belum paham tentang Islam, beliau berdo’a kepada Allah SWT, yah memang beliau seorang Nabi yang do’anya tentu saja lebih makbul dibanding manusia lainnya, tapi beliau tidak malas dan selalu mencontohkan pentingnya kerja keras, dengan cara mendatangi penduduk kota tersebut untuk berkomunikasi, dengan resiko seperti yang disebut di atas. Hasilnya, atas kesabaran dan kerja kerasnya kota tersebut menjadi salah satu kota penghasil hafidz (penghafal) Al-Qur’an terbanyak.
Seorang Werner Von Braun, salah satu penemu peluru kendali (RUDAL) di jaman pemimpin Nazi Jerman, Adolf Hitler, melakukan percobaan peluncuran hingga ratusan kali hanya untuk menentukan susunan sirip yang pas di belakang rudal agar bisa terbang dengan stabil. Thomas Alfa Edison, penemu bohlam yang sampai sekarang kita gunakan di rumah, butuh percobaan yang nggak kalah banyak, sampai ribuan kali. CEO Microsoft, Bill Gates bahkan harus rela DO dari kampus ternamanya, Harvard University, untuk menemukan cara termudah, inovasi lain dalam menggunakan perangkat komputer yang kita pakai sampai sekarang, yang disebut Windows. Contoh dalam bentuk organisasi negara yaitu Amerika Serikat, negara adidaya ini meraih kemerdekaan pada tahun 1776, dalam masa menemukan “jati dirinya”, +/- 100 tahun setelah tahun 1776, masih saja dilanda perang saudara, ketidakstabilan ekonomi, krisis, namun karena rakyatnya terus bekerja keras dan dengan motivasi cita-cita meraih system kehidupan yang lebih baik dibanding negeri leluhurnya, diperbaikilah, diselesaikanlah perbedaan-perbedaan yang ada. Bandingkan dengan Indonesia yang baru merdeka tahun 1945. China yang sekarang lebih pas disebut “Negeri Tirai Emas” dibanding “Negeri Tirai Bambu”, yang menakjubkan, telah sukses menjadi “raksasa” baru, karena kerja ekstra keras mereka dibarengi dengan berani berkorban demi masa depan yang gemilang. Koruptor, sampai orang-orang yang ikut menikmati hasil korupsi, teman, saudara dan yang lainnya, sama-sama dihukum berat. Meski secara “OVERALL”, China belum bisa menandingi Amerika sebagai “adidaya”, tapi kerja keras mereka yang luar biasa membuktikan untuk bisa sukses sampai tingkat global. Demikian pula halnya dari golongan seniman, musisi handal, artis top yang sukses, atau istilah sekarang mungkin selebriti. Ada satu group band di Indonesia, sebelum mereka ngetop, kabarnya mereka sudah ngeband +/- 10 tahun, bertahun-tahun mereka ngeband bersama selama kurang lebih 10 tahun, kalau saja mereka nggak ada totalitas ngeband, mustahil bisa mencapai sukses seperti yang telah diraih. Dari musisi luar banyak contoh, terlepas dari kehidupan mereka ada yang mungkin terkesan “negatif”, tapi cara mereka merintis dan menjalani karir, bisa dijadikan nilai positif.

 

 

 

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

One Response to KERJA KERAS, INVESTASI, PENGORBANAN

  1. Pingback: KERJA ter PAKSA BIAR BISA KEBELI | Blog SD18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: