RAHASIA BESAR DI BALIK PERISTIWA YANG TUMBEN DAN NGGAK BIASA-BIASANYA

Tumben itu kurang lebih artinya atau maknanya, kata ungkapan tentang keadaan atau situasi tertentu yang terjadi yang nggak lazim seperti biasanya, mungkin bertolak belakang, berubah 180 derajat, atau bisa juga sudah bertahun-tahun nggak pernah ada tiba-tiba jadi ada kalau nggak mau dibilang nggak normal.  Misal : “Tiap tahun harusnya ada musim rambutan, tapi tahun ini kok “tumben” nggak”. atau “Orang itu yang biasanya nggak pernah mampir ke sini, kok tiba-tiba dia ke sini ?, “tumben”.
Contoh  lain :
“Mah..hari ini aku ingin makan sup ayam campur baso..tolong siapin yah!..”pinta seorang suami kepada isterinya. “Iya pah..nanti aku buatkan” jawab istrinya (dalam hati sang istri..”tumben-tumbenan nih, suamiku pengen makan sup ayam campur baso, padahal sudah lama bertahun-tahun nggak pernah makan sup ayam campur baso, ada firasat apa yah?”).
“Bu, besok Putera mau pergi ke rumah bibi Nulie” pamit seorang anak kepada ibunya. “Iya nak, hati-hati, naik motornya nggak perlu ngebut-ngebut, bahaya. Utamakan keselamatan!” jawab ibunya sambil berpesan. (dalam hati sang ibu : Tumben, nggak biasa-biasanya si Putera, anakku pergi ke bibinya, ada pertanda apa?)

Sebagian orang yang sedang mengalami “kejadian besar”, biasanya sering bercerita yang diawali dengan kalimat “nggak biasa-biasanya” atau diawali dengan kata “tumben”. Apakah semua ceritera yang diawali dengan kata “tumben” atau dengan kalimat “nggak biasa-biasanya” tersebut sekedar ungkapan atau ekspresi berlebihan dan emosi lepas kontrol dari yang  punya ceritera yang sedang mengalami “kejadian besar” yang mendadak?
Kenapa seseorang yang diminta melakukan sesuatu oleh orang yang “tumben” atau “nggak biasa-biasanya” meminta sesuatu itu, nggak “tumben” juga atau “nggak biasa-biasanya” juga segera melakukan sesuatu, mungkin sebagai antisipasi. Apa karena nggak lazim dan janggal hingga kadang-kadang menimbulkan respon atau komentar yang negatif atau yang positif bahkan berlebihan. “Nih orang tumben, minta ini minta itu.”, “Itu orang tumben pergi ke sana, biasanya nggak pernah.”
Peristiwa besar yang mendatangi seseorang yang tumben dan nggak biasa-biasanya tersebut memang suatu rahasia besar yang pasti datangnya dan bukan sesuatu yang tumben atau nggak biasa-biasanya, dan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Tapi peristiwa yang “tumben” atau “nggak biasa-biasanya” sebelum ada “peristiwa besar” tersebut bolehlah dijadikan oleh orang yang diminta, sebagai peringatan dini untuk melakukan sesuatu yang “tumben” atau “nggak biasa-biasanya juga”.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: