KOPI DAN KAFEIN SELALU BISA MENGHILANGKAN NGANTUK ?

ngantukSeperti yang dicontohkan oleh para pendahulu kita,  para nabi dan rosul misalnya,  mereka memang istimewa menerima langsung dari Allah SWT berupa wahyu, tapi mereka juga diberitahu tentang kejadian masa lalu, pengalaman yang dialami nabi-nabi dan rosul-rosul serta kaumnya sebelum mereka, yang harus dijadikan pelajaran berharga.
“Saya belajar banyak dari hidup”,  “Saya banyak belajar dari pengalaman hidup”, “pengalaman adalah guru yang terbaik” begitu kurang-lebih kalimat yang diucapkan beberapa orang dari bermacam-macam status.  Dan di sini juga saya mau berbagi tentang kejadian apa yang pernah dialami.  Mungkin pengalaman seperti ini sudah banyak yang ngalami, tapi mudah-mudahan tulisan ini berbeda “bunyinya”, meski temanya sama.  kebetulan tentang kopi dan kafein (lagi-lagi).  Tapi mudah-mudahan belum basi,  masih hangat,  sehangat berita-berita yang dihangat-hangati terus hampir setiap hari. Banyak yang bilang kopi bisa menghilangkan ngantuk, “Bisa iya, bisa juga belum tentu,  tergantung situasi”.  “Kan karena kafein yang ada dalam kopinya?”  Kalau yang itu saya kurang mengerti, soalnya bukan ahlinya. Tapi saya pernah berobat ke seorang dokter, kemudian diberikan catatan resep dengan bermacam-macam obat, mungkin 4 macam, yang salah satunya obat racikan dan tertulis “obat pusing”.  Racikan maksudnya hasil kreasi si dokter tersebut. Iseng-iseng saya perhatikan tulisannya satu-satu,  di racikan obat tersebut salah satunya ada tulisan “cafein-40mg,  yang lainnya kurang jelas, karena bahasa kimia semua. Setelah obat tersebut ditebus di apotik, sampai di rumah setelah sarapan, saya minum obat-obat itu, termasuk obat pusing racikan tersebut (3 kali sehari). Lumayan, dan memang cepat sembuh, pusing langsung hilang dan terasa.. greeng.., segar-bugar, meski kulit kok seperti jadi keringat dingin?.  Sakit pusingnya hilang, obat nggak diminum lagi dong,  nggak perlu kan?. Tapi keesokan harinya terasa jadi ngantukan terus ? Malah ngantuk terasa lebih berat.  Minum obat racikan itu lagi..greeng lagi ..seger,. Nggak minum obat, ngantuk berat lagi, begitu lagi. Tapi kenapa harus begitu? Pusing sudah hilang, tapi ada masalah baru.  Sempat tanya ke dokter peracik obat tersebut. “Tidurin aja, kalo ngantuk” jawabnya. “??iyalaah..” (tapi dalam hati).  Sejak kejadian itu, jadi teringat tentang cafein di resep tersebut yang 40mg. Apa karena kafein itu mungkin ? Benarkah cafein yang tertulis di resep tersebut sama dengan kafein yang biasanya juga terkandung dalam kopi?. Masa beda? (cuma beda “c” aja), cafein mana lagi? Pasti sama. Tapi mungkin cuma kadarnya aja yang beda, nggak tau berapa gram.  Dan kopi juga bisa menyegarkan, bikin nggak ngantuk, tapi nggak secepat dan “setajam” obat pusing racikan tadi. Apa karena obat pusing itu kadar kafeinnyanya tinggi?. Baru saya berani tarik kesimpulan bahwa zat kafein, dengan atau tanpa kopi, bisa menghilangkan ngantuk dan pusing, dan malah bisa “menyegarkan” (tapi sifatnya semu dan manipulatif), dan akhirnya juga bisa mengakibatkan kecanduan. Kenapa sifatnya semu dan manipulatif ? Karena efek segarnya seperti “dipaksakan”, lalu kalau kita nggak minum kafein tadi, jadi langsung drop jauh.
Nggak berani minum obat pusing itu lagi deh, berresiko, dan yang penting sudah nggak pusing lagi.  Khusus tentang kopi yang bisa menghilangkan rasa ngantuk?, itu tergantung waktu minumnya juga. Meski dalam situasi dan suasana tertentu minum kopi memang nikmat dan bikin segar, tapi kebanyakan minum kopipun mungkin nggak perngaruh ke ngantuk, ngantuk ya ngantuk aja, apalagi sehabis makan banyak.
“TIPS”.  Yang paling ampuh untuk meghilangkan ngantuk dengan tidur “kilat”. Tidur “kilat” cuma sebutan dari saya.  Durasi tidurnya selama +/- 5 menit, paling lama 10 menit, jangan sampai setengah jam lebih. Ini yang paling ampuh menghilangkan ngantuk dan alami, nggak perlu pakai “bahan kimia”. Ampuh, terutama kalau sedang berada di tempat-tempat yang kita nggak mungkin tidur sembarangan seperti kalau kita di rumah sendiri, misalnya di kantor, sekolah, kampus dan di tempat-tempat umum lainnya. Tapi terus terang, tidur kilat sangat sulit didapat, dapatnya kebanyakan secara kebetulan. Mungkin caranya bisa diakali dengan tidur di kursi atau di karpet, jangan tiduran di tempat yang empuk-empuk seperti kasur dan sofa, resikonya bisa “bablas” berjam-jam.  Tidurlah di tempat-tempat yang kurang nyaman, kalau perlu di tempat yang agak berisik, jadi bisa cepat bangun.  Kok bisa sih tidur di tempat yang berisik? Yah namanya kalau sudah ngantuk berat, di manapun tidur gampang aja.
Pernah tanya kepada seorang supir. “Kok kuat sih Pak, nggak keliatan ngantuk?..”Asal jangan “ditidurin” aja” jawabnya. Maksudnya dalam kondisi ngantuk, jangan beranjak tidur. Mungkin si supir itu sudah sangat terlatih menahan ngantuk, dan nggak langsung ditidurin.   

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: