SUDAH IKHLASKAH KITA ?

KETIKA di dalam saku atau dompet ada beberapa lembaran uang, yang salah satunya sobek dan ditempel pakai selotip, sementara lembaran yang lain mulus semua, kemudian kita bersedekah dengan uang yang ada tempelan selotipnya.
KETIKA di dalam dompet kita ada dua lembaran uang, yang satu 10000 yang satunya 5000, lalu kita masukkan ke kotak amal lembaran yang 5000-an.
KETIKA kita mengumpulkan uang logam kecil, mungkin 500-an di dalam laci dashboard mobil, untuk nanti akan diberikan kepada para pengemis.
KETIKA akan memberi uang kepada yang butuh tapi nggak ada uang kecil, lalu menyuruh orang yang butuh tersebut menukarkan dulu uang tersebut.
KETIKA setelah bersedekah uang, tapi saat itu juga tiba-tiba kita nggak ingat berapa uang yang telah kita berikan tadi.
KETIKA memberikan bantuan berupa uang atau harta lainnya kemudian minta diumumkan di depan khalayak ramai.
KETIKA menerima dan menandatangani kredit bantuan dari sebuah bank, dan bank menentukan dengan bunga tertentu.
KETIKA ada banyak kelebihan makanan, lalu kita pilah-pilah. “Bagiin aja ke orang lain, soalnya makanan yang ini kita nggak doyan”
KETIKA seorang penjual barang berkeliling door-to-door menawarkan jualannya, tapi kita menolak untuk membelinya karena nggak butuh, kemudian penjual tersebut memelas. “Aduh pak/bu, tolong, saya dari jauh, jualan belum laku-laku juga”. Akhirnya jadi beli.
KETIKA dompet atau uang kita raib dicopet tanpa terasa, sampai lalu kita bilang “Ya udah, ikhlasin aja deh, itung-itung sedekah”
KETIKA mengumpulkan pakaian-pakaian bekas untuk dibagikan kepada yang membutuhkan, padahal masih banyak pakaian yang baru yang entah kapan dipakainya.
KETIKA sedang berada di dalam bis kota yang seluruh bangkunya sudah penuh, kita menjadi orang yang terakhir bertindak memberikan tempat duduk kepada orang yang lemah yang lebih membutuhkan tempat duduk.
KETIKA menerima kenyataan bahwa orang yang kita kagumi dan cintai, ternyata lebih memilih orang lain, dan ironisnya, orang lain itu adalah teman baik kita sendiri.
KETIKA sehabis “bubaran”, ada yang bilang “Cinta nggak selalu harus memiliki”.
KETIKA kita terkena tilang dalam sebuah razia kendaraan, lalu memberikan sejumlah uang denda di tempat kepada petugas.
KETIKA seorang yang jauh lebih muda tiba-tiba memeberitahu tentang kesalahan kita yang kebetulan tanpa disengaja.
KETIKA menahan tangis karena orang yang benar-benar kita kasihi, tanpa disangka-sangka tadi pagi hari itu adalah hari terakhir pertemuannya dengan kita.
KETIKA agama menyuruh dan ternyata itu yang nggak enak menurut kita, tapi wajib kita jalani dan ini yang enak-enak menurut kita, justru harus kita tinggalkan.
KETIKA membayar pajak, ternyata ada laporan terjadi kebocoran pajak sampai **%

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: