Pocong dan Kuntilanak masih gentayangan mendampingi

Pocong dan kuntilanak akan terus bergentayangan menghantui dengan setia dalam sisi lain perjalanan kehidupan manusia, khususnya manusia Indonesia. Siapa sih yang nggak kenal “mereka”?.  Di manapun, di dusun terpencil, di kampung pinggiran kota, di kota kecil, di gemerlapnya kota metropolitan, bahkan di perumahan super elit pun, kehadiran “mereka” yang jaman sekarang disebut penampakan, secara langsung bisa menakutkan dan mengejutkan.  Tapi ada juga yang merindukan secara langsung.  Sangat dinanti-nantikan terutama untuk mendukung profesi atau akifitas tertentu.
Dan sebetulnya mas pocong dan mbak kuntilanak sudah layak menjadi selebriti papan atas, artis yang top, cuma mungkin belum ada yang mulai menggosipi mereka, jadinya belum bisa masuk acara infotainment. Beberapa pihak ada yang sudah merintis ke arah sana. Dengan mengajak serta para expert di bidang “mancing-memancing”, untuk menghadirkan “mereka” dalam bentuk penampakan, setidaknya bayangannya dulu. Setelah itu barangkali “mereka” bisa diajak kerjasama untuk berbisnis yang menguntungkan bagi ke dua belah pihak. Tapi benefitnya dalam bentuk apa dan bagaimana bagi “mereka”?. Itu bisa dinego-nego lagi nanti, gampanglah!”. Yang penting bisa ketemuan dulu.
BTW, realitanya mas pocong dan mbak kuntilanak itu masih sering bergentayangan, “menemani dan mendampingi” dengan setia dalam salah satu episode perjalanan kehidupan orang Indonesia selama berpuluh-puluh tahun (mungkin ratusan tahun ?).
Dulunya teman-teman “mereka” banyak, misalnya genderuwo, tuyul, kalong-wewe, tengkorak idup dan kemangmang. Kemangmang ini satu species lain, ada orang jaman dulu yang mengilustrasikannya, itu sebuah kepala manusia tanpa badan, jatuh dari pohon kelapa, lalu menggelinding mengejar-ngejar kita, biasanya kalau sedang berada di lapangan luas, tanah lapang. “LEAK kah?” “Bukan!, ini beda, kalo leak kan masih ada ususnya yang menggelantung”.
Cuma “teman-temannya” itu sekarang sudah kurang populer lagi, karena mungkin mengilustrasikannya sulit. Ada cerita genderuwo itu bermata satu dan mulutnya vertikal. Kalo tuyul biasanya seperti bocah gundul dan belum pernah ada yang cerita bocah gondrong, entah kulitnya item atau putih. Kalo kalong-wewe atau wewe gombel?. Ada yang menggambarkan seperti kuntilanak tapi kedua payudaranya besar-besar dan panjang menjuntai sampai bawah. Salah satu kegunaan dari payudara yang besar dan panjang ini yaitu untuk membekep atau melilit manusia yang diculiknya. Barangkali kalong wewe ini bisa juga salah satu varian dari kuntilanak.
Sebagian orang ada yang mengaku pernah tanpa sengaja berjumpa atau melihat “mereka-mereka” itu semua, dan ilustrasinya kurang lebih seperti yang digambarkan akhir-akhir ini, terutama dalam film-film. Putih-putih, berambut panjang sampai pinggul atau lebih, tertawa khas. Kalo pocong, badan terbungkus kain putih, tapi di film mukanya terlihat.
Dan sebagian yang lain yang percaya, mengaku belum pernah melihat penampakan mereka sekalipun, meski kalau ditanya “Mau ngeliat nggak? jawabannya “Nggak ah!”, ada yang jawab “Boleh, mau!” “Bener nih, mau liat?”.
“Saya sih nggak percaya sama yang begituan” kata sebagian kelompok yang lainnya. Tapi kalau ditanya “Emang ente nggak yakin ?”,jawabannya pasti ngambang. Jadi percaya dengan yakin tentang hal di atas, beda artinya, bisa sensitif, bisa jadi debat-debat. Walaupun mungkin dari lubuk hati mereka yang paling dalam, setuju juga, (mungkin lho ya”).
Nggak masalah dan wajarlah beda pendapat, begitulah warna kehidupan. Semoga perbedaan pendapat,  khususnya tentang hal-hal di atas tadi,  urusannya tidak jadi panjang.  

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: