KEBAHAGIAAN LAHIR DAN BATIN

tenang lahir batin

Properti, uang, emas dan asset lain yang banyak, bagi banyak orang wajar saja selama hidup di dunia bisa memberi rasa bahagia lahir dan batin.
Tapi ada beberapa cara yang sederhana untuk mengetahui bahwa kita sedang mengalami kebahagiaan lahir batin tanpa mendapat materi, berdasarkan sifat naluri manusia,
Ketika kita sedang berbuka puasa Ramadhan, setidaknya ketika waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore.

Semua orang, siapapun pasti berbahagia lahir dan batin menjelang atau ketika berbuka puasa, apalagi berbuka puasa bersama-sama, wajar dan manusiawi. Contoh, ketika sedang menunggu, salah seorang teman karena mungkin tidak sengaja mencicipi minuman di depannya, padahal belum masuk waktu maghrib, maka yang lainnya semua jadi tertawa, waaaa..ha ha ha, jadi ramai.
Bahkan dalam kondisi di perjalananpun, misalnya sedang berada di dalam bis kota atau kendaraan lain dan terjebak macet, maghrib pun dalam kondisi kita terjebak macet, kita bisa merasakan suasana yang menyenangkan juga, damai. Kita bisa berbuka puasa sama-sama dengan orang yang kita nggak kenal dalam bis kota, saling menawarkan makanan. Dan kalau kita kebetulan nggak bawa makanan atau minuman, kita bisa beli dari pedagang asongan yang juga ikut menyambut buka puasa, dan akhirnya kita sebagai jalan rezeki bagi mereka itu. Bandingkan dengan suasana macet tapi bukan di bulan puasa Ramadhan.

Ketika kita sedang berbuka puasa sunnah, misalnya puasa Senin-Kamis, Syawal, Rajab dll. Ini yang lebih istimewa. Kalau puasa Ramadhan itu kan hukumnya wajib dan banyak teman yang lain yang berpuasa juga, tapi kalau puasa sunnah ? “Siapa yang mau “menemani kamu ?” he he he …maksudnya nggak menjalankan puasa sunah juga ga apa-apa kok, kecuali mungkin satu dua orang saja yang “menemani” puasa juga. Maka sadarilah ketika sedang menghirup pertama kali minuman hangat atau minuman dingin ketika berbuka puasa sunnah tadi..srrrrrpp..aahhh, anggaplah kita ini manusia satu-satunya di dunia yang sedang merasakan kenikmatan, dibanding orang yang tidak berpuasa sunah yang kondisinya biasa-biasa saja. Ketika orang lain waktu maghrib dalam situasi biasa-biasa saja karena tidak puasa sunnah, maka kita sendiri sedang mengalami suasana yang luar biasa. Dan keesokan harinya, hari Selasa atau Jum’at, kita sedang berada dalam variasi hidup lain yaitu dalam keadaan tidak berpuasa.
Dua cara tersebut di atas untuk membuktikannya memang harus dijalankan, dan harus diakui memang berat, terutama puasa sunnah. Karena kebahagiaan batin sulit dilukiskan tanpa kita sendiri mengalaminya.   

Jadi kesimpulannya, variasi hidup bisa jadi obat mujarab juga untuk jiwa atau batin yang mungkin sedang bosan, jenuh, barangkali stress dll. Misalnya dengan berpuasa wajib bulan Ramadhan dan puasa sunnah, yang bisa membuktikan kebahagiaan lahir dan batin.

 

related postARTIKEL BLOG

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: