ORANG KETIGA DALAM BAK SAMPAH DAN KALI

“BEBERAPA BULAN KEMUDIAN”
Orang pertama dan orang kedua : “Ini ada “orang yang ketiga” yang nggak disangka-sangka hadir di tengah-tengah kita tanpa kita ingini ? “Udah masukkin aja ke kardus !”, lalu buang ke tempat sampah atau lemparin aja ke kali, biar terbawa ke laut, gampang kan ?. kata salah seorang dari mereka.

Setelah orang pertama dan orang ke dua pergi:
Kata “orang yang ke tiga” yang dibuang di bak sampah. “Di tempat ini aku tertimbun dan tiada bedanya dengan bungkusan bekas makanan yang sudah busuk yang bau, aku berbaur dengan tulang ikan atau tulang ayam yang bahkan seekor kucing atau tikus pun sudah tidak mau alias jijik memakannya. Dan aku kadang bersama seonggok muntahan, entah itu muntahan mie atau campuran nasi dan lauk-pauknya yang sudah asem. Mungkin dari orang yang sedang mabok, mual lambung. Tiba-tiba ada seseorang melemparkan sebuah bungkusan, “Bruss..!”, akupun kembali tertimpa yang barang-barang yang bau-bau lagi. Apa ini ? Hmm, banyak benda setengah bulatan berlendir bercampur plastik kotak-kotak warna-warni. “Rupanya kulit telur dan plastik bekas bungkusan minuman”. Seandainya tidak ada seorangpun yang menemukanku, kemungkinan aku akan terbawa ke TPA atau ikut tumpah ke dalam kali. Tetapi jika ada seseorang yang tanpa sengaja menemukanku lalu aku dipindahkan ke sebuah tempat yang bersih dan hangat, aku akan berdo’a agar dibalas karena perbuatan baiknya, karena telah “meneruskan” kodrat Yang Maha Kuasa.

 

orang ketiga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Di sebuah aliran sungai atau kali, “Orang yang ketiga” yang lain berkata : “Aku dimasukkan ke dalam kardus lalu dibuang ke dalam kali, terus hanyut, dingin sekali rasanya”. “Sering aku tanpa sengaja menabrak atau ditabrak macam-macam benda yang aneh  “Kalau tidak ada seorangpun yang menemukanku, maka aku akan mengikuti ke mana aliran kali mengalir, entah ke laut, entah ke danau atau juga ke arah penyulingan air minum. Itupun kalau air sungai dan kalinya mengalir, tapi kalau kalinya mati? Aku nyangkut di mana ? Dan entah nanti aku bisa bermutasi jadi mahluk apa yah?. Tapi kalau aku ada yang menemukan, lalu aku dipindahkan ke tempat yang hangat, aku bersyukur sekali dan berdo’a agar dibalas karena perbuatan baiknya, karena telah “meneruskan” kodrat Yang Maha Kuasa.

“Aku tidak berdaya tapi aku juga heran, kenapa orang pertama atau orang ke dua tadi sampai memperlakukanku seperti ini”.
Walaupun di dunia ini aku sempat bermukim di tempat sampah yang bau dan jorok, tapi aku yakin nanti akan mendapat tempat yang layak dan harum di sisiNya, di tempat yang kekal.
Meskipun aku sempat terapung-apung di aliran sungai atau kali, “Tapi aku sangat bangga, bisa seperti Nabi Musa a.s yang juga dihanyutkan oleh ibunya untuk menghindari tiran Firaun”, biarpun “situasinya” sangat jauh berbeda. Kelak aku akan bahagia bisa berjumpa dengan Nabi Musa a.s, yang dulu juga sempat hanyut seperti aku.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

4 Responses to ORANG KETIGA DALAM BAK SAMPAH DAN KALI

  1. Pingback: HOW CAN I TELL HER ABOUT YOU « Blog SD18

  2. Cialis says:

    Hallo! Words of thanks for your entry! Honestly I have never come across anything that interesting.

  3. Pingback: SAMPAH MASYARAKAT | Blog SD18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: