TAWURAN SAWERAN DAN TAWARAN DAMAI

Ada seseorang yang menawarkan saweran untuk tawuran. Mungkin saweran itu, untuk mengumpulkan dana dari banyak warga atau teman-teman untuk bertawuran dengan warga kampung lain. Hasil yang terkumpul dari saweran tersebut bisa dibelikan peralatan-peralatan untuk bertawuran. Adakah atau  pernahkah ada tawaran saweran untuk sebuah tawuran ?. “Kelihatannya serem dan ngawur yah ?”.

           KENAPA SULIT DAN TIDAK SEPERTI MEREKA ?

Tapi yang pasti kita jangan sampai terjebak masuk ke “arena” yang sedang terjadi tawuran. Pernah tanpa sengaja kami masuk ke jalan sebuah perkampungan yang sedang ada tawuran. Kami bertanya tentang arah jalan. “Bang, kalo yang ke arah perempatan, ke mana ya bang ? Bukannya mendapat jawaban yang enak. “Nggak tau..nggak tau !!..sana..sana !! pergi !!. Malahan mendapat makian dan bentakan yang membuat kami kaget. Ambil langkah seribu deh. Berresiko dikeroyok orang-orang aneh tersebut.
Ada lagi saweran tapi “nyawer”, ini berhubungan dengan pertunjukan musik, biasanya jenis musik dangdut. “Semakin banyak sawerannya, makin asyik goyangannya”.
Di beberapa daerah, terutama di pinggiran kota Jakarta, setiap ada hajatan besar atau seremonial kalangan tertentu atau acara masal lainnya, pasti ada panggung musiknya, yang selalu mengusung musik dangdut, tapi kadang-kadang juga diselingi musik lainnya, seperti musik rock dan musik pop. Pertunjukan musik dangdut rawan tawuran, entah karena saweran nyawer tadi atau yang lainnya. Kalau pertunjukan musik tersebut diadakan untuk promosi produk non-musik, maka acaranya nontonnya gratis dan seringkali diadakan malam Minggu atau malam Senin. Karena gratis maka bisa dipastikan penonton dari macam-macam kasta hadir memadati arena pertunjukan musik tersebut. Karena bermacam-macam orang dengan perangai yang berbeda tumpah ruah di dalam satu arena atau stadion, maka resikonya atau timbul rawan “pergesekan”, rawan terjadi perkelahian yang bisa berkembang menjadi tawuran.
Kebalikannya, tawaran damai, terciptanya suasana yang sama-sama enak, tidak ada pihak yang dirugikan atau diuntungkan, atau mungkin ke dua belah pihak diuntungkan. Win-WIn solution. Tidak ada istilah “loose-loose solution”. Karena kalau sama-sama rugi= kalah jadi abu menang jadi arang.
Ada spanduk dengan tulisan “DAMAI ITU INDAH SAUDARAKU”. Itu imbauan kepada semua pihak untuk hidup berdampingan, saling menghormati saling menghargai. Tapi yang memprakarsai pembuatan kalimat himbauan itu tidak menunjuk pihak yang bersalah atau tidak memihak kepada yang benar. Jadi pembuat himbauan itu hanya berkampanye damai, ingin merangkul semua orang. Tidak menuduh orang lain tanpa alasan.
Dalam sebuah konser misalnya, vokalis group musik Slank, Kaka, mengacungkan kedua telapak tangannya ke atas, dan membentuk formasi jari-jari yang menjadi simbol “PEACE” kepada puluhan ribu penonton, yang terlihat sudah mulai “gerah dan panas”.  Kaka berkomunikasi kepada penonton, dari kalangan penonton yang penggemar sejati musik dan penonton yang berpotensi tawuran untuk lebih mengutamakan suasana damai. Dia tidak menuding pihak yang salah untuk disalahkan.
Ada beberapa peristiwa yang sebagian orang menyebut “solusi damai”. Misalnya kendaraan ditilang lalu denda di tempat,  itu bukan solusi damai, bukan suasana damai, karena yang terkena tilang harus membayar denda dan merasa terpaksa mengeluarkan, dan itu adalah hukuman atau sanksi.
Kalau pemerintah mengeluarkan uang diyat sekian milyar untuk membebaskan seorang TKI yang beberapa hari lagi akan diqishos atau dipancung di Saudi Arabia, itu juga bukan solusi damai tapi sebagai hukuman juga, harus membayar sejumlah uang sebagai pengganti qishos.
Di dalam negeri sendiri sampai tingkat internasional, beberapa kali ada kampanye damai, aksi damai, seperti menolak perang, mengutuk aksi kekerasan atau teroris apapun alasannya.  Para demonstran berkampanye dengan tertib dan tidak anarkis, untuk membuktikan mereka semua pencinta perdamaian.
Perserikatan Bangsa-Bangsa sering mengutus pasukan yang disebut penjaga perdamaian ke negara yang sedang dilanda peperangan, tujuannya sebagai pengamanan, bukan untuk perang. Bisa juga untuk mengawal gencatan senjata.
Kalau ada banyak orang yang sedang berkumpul dalam rangka mencari pemecahan masalah yang besar, seperti permasalahan bangsa, permasalahan korupsi yang makin akut, lalu dilakukan dengan suasana yang damai, saling menghormati dan saling menghargai, saling toleransi, hasilnya akan bersifat damai juga.  Sama-sama enak, tidak ada yang dirugikan.
Maka kalau tawuran bisa diselesaikan secara damai, sama-sama enak, yang melewati daerah tawuran akan damai juga dan umumnya yang prihatin akan merasa damai juga. Dan yang menonton juga akan merasakan kedamaian juga.

 

TARUNG ITIK (BATTLE OF DUCK)

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: