MATRE MATERI MATRIAL METEREI

Materi bisa jadi penyebab konflik antara orang-orang yang berada di level atas yang punya banyak materi atau orang-orang yang berada di golongan bawah yang nggak punya banyak materi, ujung-ujungnya biasanya nggak jauh dari duit. “Memang duitnya untuk apaan sih ?”. Ya untuk membeli meteri. Tapi karena terlanjur melibatkan banyak orang yang butuh materi juga, urusan yang seharusnya sederhana dan cepat selesai, akhirnya malah jadi rumit dan berlarut-larut.

Tidak ada orang di dunia ini yang tidak senang materi, paham matrialistis berlebihan akhirnya jadi matre. Apalagi punya banyak materi, materi barang, materi jasa, materi rohani. 

Dulu ada istilah cewek matre, tapi sekarang ?, barangkali semua orang  juga banyak yang pada matre. Berarti sudah wajar.

Demi mendapatkan materi dari yang orang yang matre, akhirnya meterei yang nempel yang mendampingi warna hitam dan putih, mungkin suatu saat cuma jadi hiasan, sebagai pewarna, daripada warna yang ada cuma hitam-putih, karena yang tadinya hitam di atas putih tersebut bisa dengan mudah jadi putih di atas hitam

Di matrial meski harga bahan bangunan mahal, termasuk yang dari guguran matrial gempa vulkanik, tapi banyak orang ingin punya rumah yang bagus. Banyak orang punya niat untuk memiliki mobil, meskipun pada akhirnya yang nggak mampu beli bilang, Nggak semua orang punya mobil” (menghibur diri).
Barangkali semua orang ingin traveling, jalan-jalan ke luar negeri, Eropa Amerika Australi Singapura dll, jadi turis mancanegara di negeri orang, karena kurang materi, akhirnya bersyukur hanya jadi turis lokal saja, seputar Jabodetabek aja.

Sebuah negeri atau propinsi yang kaya akan materi, maksudnya sumber daya alam yang melimpah, beberapa diantaranya untuk bahan matrial bahan bangunan,  lalu bisa mengelolanya, akan sangat disegani oleh negeri-negeri lain. Yang namanya negara adidaya itu adalah negara yang kaya akan materi.  Kalau negara miksin dan yang nggak maju-maju bukan negara adidaya tapi negara tak berdaya.

Kuiz-kuiz di beberapa stasiun televisi, membuktikan betapa ketatnya persaingan berebut materi. Misalnya kuiz yang berhadiah uang jutaan rupiah. Cukup hanya dengan menjawab satu pertanyaan yang sangat teramat mudah, itupun cuma ada dua pilihan, lebih mudah daripada tebak-tebakan. Akhirnya ribuan sampai ratusan ribuan bahkan mungkin bisa jutaan orang, bersaing, menyerbu lewat jalur yang sudah ditentukan. Mereka-mereka Yang sudah punya uang, entah sudah mendapat THR atau bonus atau yang lainnya atau orang-orang yang belum dapat THR tapi akan dijanjikan dapat THR, pada ikutan kuiz juga nggak yah ?. Bagaimana dengan mereka-mereka yang uangnya pas-pasan atau yang pasti nggak bakalan dapat THR ?. Pasti banyak yang ikutan menyerbu, wajar. Dengan resiko, berhari-hari mencoba masuk tapi nggak pernah nyambung-nyambung, materi pun sudah keluar banyak tanpa hasil.
Sebagian orang mempunyai keyakinan, bahwa dengan memiliki materi yang sangat banyak, pasti bisa mengekalkan kehidupan mereka di dunia dan melanggengkan kekuasaan mereka.
Seseorang yang mempunyai banyak materi bisa sangat dihormati dan disanjung-sanjung, meski akhirnya berresiko, banyak orang yang tiba-tiba datang mengaku sebagai saudaranya, entah saudara kandung, saudara jauh atau saudara mendadak.

ADA GULA ADA SEMUT, BANYAK  MATERI BANYAK YANG NGANTRI

Ada seorang ulama terkenal dalam setiap ceramahnya beberapa kali menyampaikan :
LEBIH BAIK KAYA TAPI BERSYUKUR, DARIPADA MISKIN TAPI SABAR
Wah jangan-jangan suatu saat :
KALAU KITA PUNYA BANYAK TERMASUK BANYAK MATERI, KITA BISA BERBUAT BANYAK, TAPI KALAU KITA HANYA PUNYA SEDIKIT mATERI, KITA TIDAK BISA BERBUAT BANYAK”

Atau sekarang memang sudah jamannya begitu ?

Persaingan memperebutkan materi dari jaman ke jaman amat ketat dan semakin ketat. Kalau tidak punya koneksi yang kuat, maka untuk mendapatkan materi akan semakin berat, kecuali kalau koneksi kepadaNya terus dipererat.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

2 Responses to MATRE MATERI MATRIAL METEREI

  1. Pingback: UANG..MANA UANGKU..? « Blog SD18

  2. Pingback: ANTI BARANG MURAHAN ANTI DIMAHALIN | Blog SD18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: