LAGI KRISIS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memangnya di sini lagi terjadi krisis ?

“Ah nggak ah !”, “Nggak juga tuh !”, kecuali –

Seandainya korupsi, penyelewengan dana dan pajak dan lain-lain, semakin merajalela, mengganggu keuangan yang seharusnya dipakai untuk kemajuan pembangunan untuk mensejahterakan rakyat, demi kemakmuran rakyat.
Misalkan peredaran obat-obatan terlarang, narkoba makin nggak terkendali. Orang-orang dari luaran sana berani mengambil resiko keluar masuk membawa “barang haram” untuk dijual di sini, jadi di sini bukan tempat tujuan transit lagi, tapi di tempat kita ini sudah menjadi pasar utamanya. Dan nyata-nyata barang haram itu sanggup “memusnahkan” manusia dari anak kecil sampai dewasa.
Jikalau para orang-orang tertentu dengan bendera tertentu terus bergerilya tanpa mengenal lelah untuk mewujudkan cita-cita mereka, demi keyakinan mereka.
Umpamanya para “elit-elit” di atas, para pemimpin sudah banyak yang nggak sejalan lagi dalam menjalankan roda pemerintahan. Masing-masing pada sibuk mengurusi kepentingan sendiri yang sempit, yang ironisnya mereka bilang “Kan ini demi kepentingan rakyat juga, untuk kesejahteraan rakyat juga”.
Apabila kekayaan alam di sini yang melimpah ruah, baik yang berada di darat maupun yang berada di laut, terus menerus dijarah oleh oknum luar dalam yang nggak bertanggung jawab.
Kalau prestasi beberapa cabang olahraganya terus menurun, melorot, merosot. Dan sewaktu mau berusaha untuk bangkitpun, tiba-tiba ada aja masalah yang mengganjal, pengurusnya ribut-ribut lah, pelatihnya nggak cocok lah, pemainnya yang kecapean lah.
Jika gunung-gunung berapi yang banyak bermunculan di sini pada gantian gonta-ganti status. Dari status siaga, status waspada, status awas, terus balik lagi ke status siaga. Tapi mudah-mudahan saja statusnya tetap “single” terus, jangan sampai statusnya “married”, soalnya nanti kalau jadi “married” bisa lahir anak gunung berapi, jadi gunung berapi baru, makin banyak deh gunung berapinya.
Misalkan semakin maraknya perdagangan mahluk hidup, termasuk perdagangan mahluk manusia yang masih muda belia untuk dijadikan perhiasan dan kesenangan-kesenangan.
Umpamanya pemerintah pusat sudah lepas tanggung jawab dengan masalah penyakit yang sudah sangat “kronis”. “Walaupun katanya sebelumnya sudah bertekad untuk memberantas abis (tanpa tebang pilih) penyakit “kronis” tersebut.
Seandainya “kelompok satu-satunya” yang dipercaya untuk memberantas penyakit “kronis”, ternyata dicurigai juga tertular penyakit “kronis” tersebut. Akhirnya ada yang nekat usul, “Udah bubarin aja deh”.
Jikalau banyak kepala negara dari luar negeri nggak ada lagi yang berniat berkunjung ke sini. Apakah karena mereka ngeri ? Tapi ada sih satu dua yang datang, setidaknya salah satunya berniat “Pulang kampung neh”.
Umpama di daerah-daerah, para pemimpinnya sudah banyak yang nggak akur lagi dengan bawahannya atau wakilnya atau asistennya, mulai nggak kompak. Yang atasan merasa berkuasa, bawahannya merasa didukung banyak oleh rakyat dan lebih mengerti masalah di kotanya.
Seandainya ada juga akhirnya yang bilang “Kayanya masih enakan “jaman dulu”, harga-harga murah, nggak gampang turun naik, suasana di mana-mana nyaman, jalan kemana-mana aman. Ada penjahat yang coba-coba “rese”, langsung mati didor.
Apabila setelah “pulang kampung neh!”, semakin banyaknya para pendatang baru, wajah baru yang mbonceng “arus balik”, menyerbu ke sebuah kota metropolitan kecil yang menjadi “magnet”, yang menjadi barometer ekonomi nasional.

“Krisis kan banyak, bukan itu aja, ada krisis moral, krisis multidimensi, krisis air, krisis BBM, krisis kepercayaan, krisis moneter, Crisis Centre, sense of crisis.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: