TIPI DAN DUNIANYA SI MAYA (MASUK TIPI PART-2)

Kalau sudah sukses masuk ke dalam TIPI, mau bergaya apa saja bebas, terserah. Tapi waktunya terserah juga yah, dibeda-bedain. Kalau gayanya biasa-biasa aja, jam tayangnya mungkin di jam biasa-biasa aja. Tapi kalau gaya “sedikit bebas” dengan label “D”, sabar yah, mungkin nanti pukul 23:00 ke atas. Kalau gaya-gaya yang populer, yang kontroversial, nah ini dia, biasanya ada di jam tayang “prime”.
“Dunianya si Maya” yang konon kabarnya dalam hitungan sekian menit bisa “diKilick” atau diunduh oleh jutaan pemirsa di seluruh dunia, juga masih butuh TIPI. Tanpa keberadaan di TIPI, “dunianya si Maya” belum lengkap, belum sempurna.  Soalnya untuk masuk menjelajah ke “dunianya si Maya”, orang-orang nggak selalu gampang seperti TIPI, banyak orang yang belum kenalan dengan “si Maya”, orang-orang harus kenal akrab dan mendalam dulu dengan “dunianya si Maya” itu, dan yang sudah dikenalin akrab sama “si Maya” pun juga kadang-kadang perlu ngisi itu-ini dulu, harus ngisi nomer HP segala, harus berkenalan sama “si Imel” dulu.  “Si Imel itu memang siapa sih ? “Si Imel yang cantik itu adanya di dunianya si Maya juga.  Kalau sudah kenalan dan akrab dengan dunianya si Maya dengan si Imelnya, orang-orang dijamin bisa bercengkerama mesra seharian penuh. Tapi kalau “dunianya si Maya” lagi krisis dan “si Imel”nya lagi bete ? kena viruslah, kena kumanlah, kena “siPam”lah, ya semakin susah deh untuk ketemuan kangen sama si Maya, sama si Imel.
Kalau TIPI kan tinggal pencet tombol yang imut, nggak nyampe 10 detik, jreeeng.. sudah bisa menikmati macam-macam “hidangan”. Akhirnya “dunianya si Maya” sendiripun mungkin sementara masih memerlukan TIPI juga, tapi modelnya dan mereknya kayak apa, kurang jelas, terserah si Maya aja.
Jadi jaman sekarang siapapun yang mampu “megang” TIPI erat-erat, kuat-kuat, maka dialah yang dianggap hebat, apalagi sambil “megang” TIPI, bisa memeluk hangat “si Maya” juga.
Orang-orang yang cuantik, orang-orang yang ngganteng, banyak yang membutuhkan hadir di TIPI.
Orang-orang yang terampil dan orang-orang yang keterampilannya aneh-aneh, unique dan langka, juga banyak yang ingin masuk TIPI.
Artis-artis penyanyi “jebolan” dunianya si Maya, baik jebolan nggak disengaja atau jebolan yang disengaja, sangat senang tujuan akhirnya bisa masuk TIPI.
Artis-artis layar lebar, biar “lebih melebar” lagi ke mana-mana, terpaksa masuk dulu ke layar yang jauh lebih sempit yang sudah lebih dulu melebar ke mana-mana, yaitu TIPI.
Merek-merek produk barang dan jasa yang secara visual mejeng dan kelihatan bergerak-gerak atraktif di pinggir lapangan sepakbola, nggak sembarangan bisa nemplok bercokol di situ, karena itu salah satu “wilayah kekuasaan” TIPI.
Orang “nomer 1” yang terhormat alias bapak Presiden, tampil untuk berpidato di depan ratusan juta rakyatnya, sekarang mau nggak mau harus masuk TIPI dulu. Dan haruskah sang pemimpin itu tunduk pada aturan-aturan yang dibuat oleh yang “megang” TIPI ?
Orang-orang dari lapisan bawah sampai level pejabat tinggi serta elit-elit politik, bisa tiba-tiba menjadi pelawak dadakan gara-gara bisa masuk TIPI.
Jangan-jangan, orang-orang yang nggak baik, berbuat tidak baik karena kepengen masuk TIPI ? Kepengen top juga, kepengen populer juga.
TIPI yang bentuk layarnya selalu kotak bisa membuat kepala orang yang selalu bulat menjadi “kotak” juga.  Nggak ada TIPI yang bentuknya layarnya bulat bisa membuat kepala orang yang bentuknya selalu bulat menjadi kotak (soalnya belum pernah lihat sih TIPI yang layarnya berbentuk bulat).
TIPI yang bentuknya tipis bisa membuat dompet orang menjadi tebal, TIPI yang bentuknya tebal bisa membuat dompet orang menjadi tipis.

 

JADWAL TELEVISI

DUNIA LAWAK

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: