PINTAR-PINTARNYA YANG PINTAR

Yang pintar-pintar banyak, yang mengaku pintar nggak sedikit, yang nggak pintar tapi merasa pintar juga banyak, yang pintar tapi terus terang mengaku bodoh ? Ada juga.
Ada lagi, nggak mau dibilang pintar, maunya menggunakan istilah smart, cerdas. Cara smart agar …, cara cerdas untuk …, dll.
Yang pintar-pintar membohongi dan mengelabui mereka yang nggak pintar, sampai sekarang masih banyak, meskipun akhirnya nanti mereka yang nggak pintar yang dikelabui tadi sadar telah dikelabui. Anehnya setelah itu entah karena lupa, akhirnya, mungkin bulan depan atau tahun depan atau lima tahun kemudian, kena dibohongi dan dikelabui lagi, atau memang pada dasarnya butuh ?
Kalau yang nggak pintar tapi sukses membohongi dan mengelabui yang pintar-pintar ? Mungkin ini sebagai peringatan bagi yang pintar-pintar yang dikelabui tadi.
Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang sebelumnya nggak pintar otomatis jadi pada pintar ketika yang pintar-pintar terus menerus membohongi dan mengelabui mereka-mereka yang sebelumnya nggak pintar. Kok bisa ? Ya gaya memmbohongi dan mengelabuinya yang pintar-pintar itu sudah ketahuan, mudah ditebak, lagu lama. (Pengalaman adalah guru yang amat berharga).
Ada juga, yang pintar membohongi dan mengelabui yang sudah pintar tapi yang sudah pintar yang sedang dibohongi dan dikelabui sebetulnya sadar dan tau. Berarti lebih pintar mana ?
Mungkin atas nama peraturan dan perundang-undangan yang berlaku yang dulu juga dibuat oleh yang pintar-pintar yang lain, si pintar yang merasa dikelabui jadi lemah, nggak bisa berbuat apa-apa. Padahal mungkin saja si pintar yang mengelabui yang pintar tadi mengelabui juga peraturan dan perundang-undangan yang berlaku yang dibuat oleh yang pintar yang lain. Bilangnya “Sudah sesuai peraturan yang berlaku”. Dan momen “menarik” ini lalu dimanfaatkan oleh yang pintar yang lain lagi untuk kepentingan lain.
Yang mau jadi pintar niatnya untuk jadi kaya atau cepat kaya. Setinggi-tingginya prestasi yang berhasil diraih, yang jadi ukuran kepintaran, ujung-ujungnya semata-mata mau jadi kaya, pengen cepat kaya.
Sekarang yang mau jadi pintar, mau nggak mau harus bayar mahal kepada yang sudah pintar duluan, kecuali yang mau jadi pintar itu ternyata jauh di atas rata-rata yang jadi pintar yang lain, bisa gratis. Kok bisa ? Kalau itu karunia dari Yang Maha Pintar juga.
Yang pintar-pintar tapi bisa juga terjangkit perasaan emosi, marah-marah lepas kendali. Wajar, yang pintar-pintar juga kan manusia.
Yang pintar-pintar mampu mengendalikan diri dan hawa nafsunya. Ibarat tanaman padi, makin berisi makin merunduk.
“Kamu itu sebetulnya nggak pintar, cuma anehnya banyak orang yang mengakui kamu pintar, apa sih rahasianya ? Kebetulan kah ? Faktor “luck” kah ?
“Kamu itu sebetulnya pintar, cuma sayang sekali, kok nggak banyak orang yang mengetahui, apa sih kiat-kiatnya ?
Kalau yang nggak pintar membohongi dan mengelabui yang nggak pintar, yang nggak pintar tadi mungkin tau yang di bohongi dan dikelabui itu nggak pintar dan yang nggak pintar yang dibohongi dan dikelabui tadi nggak sadar, berarti yang lebih nggak pintar yang mana ?
Yang nggak pintar dibilang nggak pintar banyak juga yang nggak mau, apalagi dibilang oon.
Yang pintar dibilang nggak pintar sebagian ada yang tersinggung sebagian lagi ada juga yang mengakui dengan tulus. Yang mengakui dengan tulus : “Semakin banyak ilmu yang kuketahui, makin terasa kebodohanku”.
Yang belum pintar siap diberi pelajaran oleh yang lebih pintar lagi, wajar.
Yang sudah pintar siap juga kah diberi pelajaran oleh yang nggak pintar ?
Buku pintar atau kamus pintar itu dikarang oleh orang yang pintar atau orang yang nggak pintar ?
Yang pintar tapi selalu jujur ? Semoga amal baiknya dibalas di akhirat nanti. Allah SWT beserta orang-orang yang sabar. Yang penting jujurnya bukan niat cari aman.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: