AKSI SPEKTAKULER JAMAN EDAN-EDANAN

wildthing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jaman sekarang kalau semakin lama semakin edan ini, bisa-bisa yang biasa-biasa saja, yang normal-normal saja kalau nggak bisa menahan diri, nggak punya kontrol diri, malah tertular, jadi sedikit edan. Edan di sini maksudnya sebuah ungkapan, bukan gila betulan atau gelo atau “berbalik jadi 180 derajat”, kalau dalam bahasa Inggris seperti mad,  bukan Psycho atau crazy.
Orang-orang yang tadinya nggak edan, terpaksa banyak yang harus beraksi edan-edanan, gila-gilaan. Soalnya kalau nggak begitu dianggap biasa-biasa saja, nggak unik, nggak nyentrik bahkan dibilang kurang keren. Harus unik dan nyentrik, biar tampil beda, lebih kreatif. Prinsip dasarnya adalah : “Aku ingin menjadi diriku sendiri”
Atau ada juga, untuk mereka-mereka ada beberapa yang beranggapan dan berprinsip, kalau nggak beraksi dan berperilaku edan-edanan untuk menghasilkan sejumlah uang yang nilainya edan-edanan juga, untuk apa ? trus ngapain ? “KAN MUMPUNG”.
Berkaitan dengan edan ini, maka banyak bermunculanlah aksi-aksi yang disebut dengan istilah “spektakuler”, edan. Jadi ada sebagian orang yang nggak mau disebut edan, lebih keren disebut aksi spektakuler.  Semua aksi yang spektakuler dan edan-edanan dilakukan semata-mata untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat dan semakin berat. Maka barang siapa yang bisa melakukan sebuah aksi yang spektakuler, edan-edanan, akan mampu menyedot perhatian dengan jumlah yang spektakuler dan edan-edanan juga, bahkan kalau yang memperhatikan nggak tahan, bisa ketularan edan-edanan juga, ingin beraksi spektakuler model lain, edan-edanan gaya lain.
Meskipun demikian ada juga aksi yang lebih positif, mereka bisa menciptakan hal-hal yang spektakuler tetapi tanpa ada edan-edanan, yang belum ada sebelumnya tapi kemudian bermanfaat bagi orang banyak. Ini bisa disebut revolusioner. Di dalam sejarah musik pop dunia, kelompok musik The Beatles dari Liverpool Inggris bisa di masukkan ke dalam revolusioner. Mereka sukses memainkan musik yang berbeda dari musik-musik yang ada sebelumnya dan tanpa aksi yang edan-edanan. Bandingkan dengan group-group musik yang bermunculan sesudahnya hingga sekarang, terutama group musik yang memainkan musik hard rock dan heavy metal.   
Bangunan-bangunan tinggi yang mustahil bisa menggapai langit dan menyundulnya, tetapi kalau ada biaya yang spektakuler dan edan-edanan juga akhirnya mampu juga, meskipun bangga hanya sekedar “mencakar” langit saja tetapi itu menjadi salah satu simbol kesuksesan sebuah bangsa.


YANG SPEKTAKULER DARI CHINA
Mobil-mobil pribadi jenis sedan sudah tidak sebanyak seperti dulu lagi, tapi mobil-mobil jenis non-sedan dan biasanya yang bisa menampung lebih banyak orang dibanding mobil sedan malah semakin edan pertambahannya. Ditambah semakin edan pula pertambahan kendaraan jenis sepeda motor, maka para Pemkot pun bisa dibuat edan juga untuk berpikir kreatif dan mungkin sedikit edan untuk menyediakan sarana jalan raya yang pertumbuhannya kalah edan dengan pertumbuhan kendaraan. Kalau nggak begitu, kemacetan semakin edan-edanan, makin parah.
Di ajang balap motor MOTOGP, regulasi sempat menurunkan kapasitas mesin dari 900 cc menjadi 800 cc, karena kecepatannya sudah sangat spektakuler, edan, bisa mencapai 350 km per jam, yang sudah sangat berresiko sekali untuk keselamatan para ridernya. Tapi ternyata karena teknologi semakin maju, mesin dengan kapasitas 800 cc kecepatannya sama edannya dengan mesin kapasitas 900 cc.  Kalau motor saja bisa secepat itu bagaimana dengan, misalnya pesawat tempur Amerika dan Rusia yang semakin edan ?. Demikian juga di ajang balap mobil Formula-1, regulasinya sempat harus menggunakan ban yang bukan slick (botak), demi mengurangi kecepatannya yang semakin edan yang bisa berresiko lebih besar bagi para pembalapnya.
Di arena olahraga sepakbola, pembelian pemain oleh klub yang kaya dengan harga yang edan-edanan, spektakuler, demi menghadapi kompetisi yang ketat dan padat, (atau ambisi bisnis ?) Meskipun kualitas pemain kadang-kadang ada yang tidak sesuai dengan ekspektasi awalnya, begitulah resikonya.
Aksi-aksi spektakuler memang bisa menghasilkan yang spektakuler, meski harus siap menerima resiko yang spektakuler juga.
Kelakuan edan-edanan juga mampu menghasilkan yang gila-gilaan, tetapi harus siap menerima resiko yang edan-edanan juga.

 

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: