DI BALIK KEMUDAHAN-KEMUDAHAN (HATI-HATI !) ADA KESULITAN-KESULITAN

Sekarang segalanya sudah serba (dibuat) mudah dan akhirnya banyak yang terbiasa mudah, dibikin otomatis sehingga banyak yang canggung dan nggak terbiasa lagi dengan manual. Mau kirim kabar terbaru, mau terima kabar terbaru, ingin mendapat hiburan yang ringan dan berat, mau dapat info, baik info yang (ternyata) masih mentah ataupun yang sudah matang, entah itu yang belum tentu benar atau sudah pasti benar. Dan siapa sih yang tidak suka akan kemudahan ?, siapa sih yang mau susah ? Apalagi dengan memiliki segala bentuk kemudahan-kemudahan sudah menjadi sebuah simbol, status sosial yang berbeda.
Teknologi tinggi, inovasi-inovasi kreatif yang diciptakan untuk mempermudah aktivitas para penggunanya, tetapi kemudian ada sebagian orang yang memanfaatkan semua kemudahan-kemudahan yang ada untuk mengelabui sebagian orang yang lain, menipu orang lain, maka orang lain pun, terutama yang belum “siap”, jadi dibuat kesulitan akibat kemudahan-kemudahan.
godaanMungkin karena serba mudah itulah membuat banyak orang terlena, terbuai dan terkesima dengan kemudahan-kemudahan akibat teknologi tersebut. Akhirnya mereka jadi seolah-olah sedang digiring ke sebuah perangkap secara perlahan-lahan.
Ada juga yang menggunakan aji mumpung. Mumpung ada kemudahan-kemudahan, “labrak” terus, kumpulkan hasilnya sebanyak-banyaknya, masa bodoh orang menganggap penipu, maling, yang penting masuk dulu, dapat dulu. TOh, mereka paling beraninya teriak lewat “online”, lewat kemudahan-kemudahan juga. Lagipula mereka kan juga nggak tau lagi dikelabui oleh siapa dan dari mana ? Kumpulkan terus sebanyak-banyaknya, mumpung belum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mumpung belum terjadi krisis energi terus merembet ke krisis energi listrik. Semua bentuk kemudahan-kemudahan hampir semua harus memakai energi listrik, sangat tergantung energi listrik.
Salah satu pencipta kemudahan-kemudahan berkata : “Tujuan utama kami, visi kami, fokus kami untuk mempermudah orang dalam berinteraksi dengan sesama, berbagi segala macam hal”
Bagaimana nggak mudah, yang dulunya orang-orang dalam beraktivitas harus melewati proses yang panjang dan rumit, urusan berbelit-belit, mahal, sekarang tinggal pencet sana-sini, dan murah.
Mau dapat bentuk yang indah-indah ? nada yang merdu-merdu atau irama yang menghentak-hentak yang menjadi kesenangan ? Tinggal “kirim balik” jawaban “yes” ke kode-kode yang cuma paling banyak 4 digit angka. Mudah kan ?
Banyak lagi contoh aktivitas yang berawal dari kemudahan-kemudahan, nggak berapa lama bisa jadi kesulitan-kesulitan.
Banyak penawaran-penawaran pada awalnya disebut mudah. “Nanti Bapak/Ibu akan mendapatkan bermacam-macam kemudahan-kemudahan, dan ada hadiahnya lagi” dan … “Kalo bisa mudah, kenapa dibikin yang sulit-sulit Pak/Bu ” “Caranya mudah, cukup kirim sebanyak-banyaknya, semakin banyak kirim, semakin besar kesempatan anda untuk meraih hadiah”
Ada sebuah peristiwa di luar negeri di mana seorang pejabat terpaksa meminta bantuan untuk memecahkan kaca mobil dinasnya yang dianggap canggih, karena system elektroniknya tiba-tiba bermasalah, dia tidak bisa membuka pintunya. Tadinya system elektronik itu dibuat untuk kemudahan dan kenyamanan pengendaranya.
Sebuah tim atau seorang atlit yang terlena dan terbuai oleh kemenangan yang mudah, pasti akan menemui kesulitan di pertandingan berikutnya.
Tak tau yah apakah para penyeleweng dana atau yang populer disebut dengan istilah koruptor, mendapatkan uang yang banyak tersebut karena memiliki kemudahan-kemudahan ? Yang pasti seandainya mereka memiliki kemudahan-kemudahan untuk nilep uang sebanyak-banyaknya, suatu waktu mereka pasti akan mendapatkan balasan berupa kesulitan-kesulitan, setidaknya orang-orang sudah tidak percaya lagi, atau setidaknya juga akan mendapatkan ganjaran berupa kesulitan-kesulitan “di alam berikutnya” nanti yang jelas sangat berbeda dan pengadilannya paling fair.
Berarti memang sudah pasti, selain di balik kesulitan-kesulitan ada kemudahan-kemudahan ada juga di balik kemudahan-kemudahan (hati-hati) ada kesulitan-kesulitan.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: