MANUSIA ANEH YANG TERSAYANG

Aneh, tua-tua keladi, semakin tua malah semakin menjadi, tapi ini nyata. Bisa saja semakin tua malah semakin misterius, ada-ada saja, diajak ngobrol kadang-kadang nggak nyambung. “Tadi pagi kan bicaranya begini, kok siangnya ngomong kayak begitu”.  Sore hari lain lagi, malam hari beda lagi. Seringkali jadi sensitif, mudah tersinggung, cepat marah. Jadi serba salah.  Mau marah takut hatinya sakit, mau mengalah … Mungkin sebaiknya diam saja sambil tersenyum  (jadi bukan artinya dicuekin abis) dan selanjutnya hati-hati, cari aman.  Sabar sabar sabar.

 

“Pertama dari bayi terus tumbuh semakin besar lalu semakin dewasa lalu semakin tua sampai manula, akhirnya Kami kembalikan lagi ke posisi yang serendah-rendahnya”

 

Apakah ini salah satu contoh ujian dalam kehidupan di dunia dari Yang Maha Kuasa bagi mereka-mereka yang diikutinya ? Banyak yang bilang dan mendukung “Kalau nggak ikut sama mereka terus ikut siapa lagi ?” Masa harus ditempatkan di “lokalisasi” sih, tega nian.  Mereka yang diikutinya terus mendapat UJIAN dengan hal-hal dan perilaku yang aneh-aneh.

Yang hasil ujiannya lulus akan mendapat nilai keridhoanNya di alam berikutnya.  Berapa sih nilai keridhoanNya ? Nilainya pasti tidak bisa disamakan dan dibandingkan dengan yang bisa di dapat di dunia bahkan kenikmatan yang ada di dunia yang hanya se …

Yang tidak lulus ujian, karena mungkin sudah terpengaruh oleh keadaan sekeliling, orang-orang yang ada di sekeliling atau karena faktor materi, bisa-bisa mendapat kemurkaanNya di alam berikutnya juga. Bagaimana sih rasanya mendapat kemurkaanNya ? “Kurang tau juga, tapi jangan sampai deh.  Soalnya “perhitungan di alam sana” sangatlah adil. Yang vonisnya harus digebuk eksekusinya pasti digebuk, yang vonisnya harus dirantai eksekusinya pasti dirantai.  Tidak seperti “perhitungan” di dunia yang akhir-akhir ini semakin tidak adil, yang vonisnya 100 tahun eksekusinya bisa jadi 100 hari, yang vonisnya harus didor, waktu eksekusinya belum “sempat” didor, eh, sudah “open the door” duluan. Banyak yang bersandiwara, akhirnya seperti pisau belati, tumpul ke atas tajam ke bawah.

Kurang lebih 9 bulan lamanya kita “berdomisili” tanpa keluar masuk kecuali kadang-kadang berputar, selalu menempel dan membuat berat langkahnya saja, tapi hatinya tetap ikhlas.  Dan ketika kita mau keluar untuk pertama kalinya hijrah ke alam yang berbeda, bisa saja membuat nyawanya ikut-ikutan “keluar” juga.  Perjuangan antara hidup dan mati. Dan setelah “sukses” berpindah ke alam selanjutnya pun, bukannya malah membuat ringan, malah semakin bikin repot saja. Ada juga mereka-mereka yang juga sudah menjadi sepertinya menitipkan si kecil padanya, alasannya sibuk. Lagi-lagi ikhlas.

“UMI” (bahasa Arab), menurut penjelasan Prof. Quraish Shihab artinya bisa “menuju”.  Maka seorang anak kecil yang sedang sedih, menangis biasanya yang pertama dituju adalah ibunya. “Mamaa, emaakkk, mbuuu, oohh Mom .. ”

Ada sejarah yang menceritakan seorang anak yang sedang sekarat maut tapi tidak mati-mati juga, sangat tersiksa dia. Beberapa orang memanggil ibu si anak tersebut untuk memaafkan kesalahannya, tapi si ibu menolak untuk memaafkannya. Akhirnya diputuskan untuk dibakar saja anak yang sekarat maut itu biar cepat mati.  Mengetahui hal begitu, ibunya tiba-tiba jadi nggak tega melihat anaknya akan dibakar, lalu dimaafkan kesalahan anak durhaka tersebut, sampai akhirnya bisa meninggal dengan tenang.

Apakah maknanya “Surga berada di bawah telapak kaki ibu ?”

“Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. “Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia.

Sedikit hiburan dari MAYWOOD. Selamat menikmati.

 

ARTIKEL BLOGrelated post

Advertisements

One thought on “MANUSIA ANEH YANG TERSAYANG

  1. Pingback: UJIAN SANGAT SEDERHANA « Blog SD18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s