TERLALU TERASIK-ASIK NGGAK MAU DIUSIK BISA TERISAK-ISAK

Seorang anak sedang asik-asiknya main game, karena terlalu asik hingga sampai lupa akan kewajibannya di dunia yang nyata, yaitu mengerjakan tugas dari sekolah atau belajar yang lain, karena ortunya sangat jengkel dan marah sampai membentak-bentak, akhirnya si anak sampai terisak-isak.
Seorang netter yang lugu dan polos yang terlalu asik berkomunikasi di sebuah situs media sosial akhirnya sampai lengah dan nggak sadar siapa dan bagaimana lawan yang sedang berinteraksi online dengannya, sempat nge-date di dunia nyata, akhirnya dikelabui lalu diculik nggak pulang-pulang. Orang tuanya pun terutama ibundanya sedih terisak-isak menerima kenyataan sang anak telah raib dibawa oleh orang asing. Entah apakah dalam “pengasingannya” si netter yang lugu yang diculik tadi terisak-isak juga menyesali kelengahannya.
Seorang pengguna gadget canggih yang sedang terasik-asik twiteran atau fesbukan atau sms-an sambil jalan atau sambil naik kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, bisa saja terisak-isak karena keasikan,lengah,di depannya ada tiang lalu kepalanya kejedot atau ada batu lalu kakinya tersandung atau kendaraan lain di depannya berhenti mendadak lalu nubruk.
Kalau sedang nonton pertandingan sepakbola Piala Champion siaran langsung pada sekitar pukul 02:00, hati-hati ! waspadalah ! pastikan kendaraan yang di parkir di depan rumah anda sudah dalam kondisi aman dan terkendali, karena kalau tidak, anda bisa terisak-isak, karena pencuri bisa saja memanfaatkan kelengahan sang pemilik karena sedang terasik-asik nonton bola.
Seorang presiden yang sudah puluhan tahun memerintah di sebuah negara yang lebih pantas disebut diktator, karena terlalu asik di singgasananya dan nggak mau diusik, hingga akhirnya lupa bahwa rakyatnya sudah mulai jenuh melihat tampangnya, bosan dengan pidatonya atau retorikanya. Sebagian besar rakyatnya menginginkan sebuah perubahan atau perbaikan yang lebih asik dibanding kondisi sekarang yang bisa membuat orang terisak-isak, padahal belum tentu nanti jadi lebih baik. Atau karena ada intervensi pihak luar (asing) yang juga menginginkan perubahan karena peta bisnis global sedang menuju trend yang berbeda, akhirnya sang diktator tersebut digulingkan dengan cara apapun. Kalau digulingkan secara damai, dikasih guling lalu terguling sambil memeluk guling, masih enak, empuk dan dapat suaka di “rantau orang”. Tapi kalau digulingkannya secara paksa, kudeta berdarah misalnya, akhirnya keluarganya sampai menangis terisak-isak, bahkan meraung-raung.
Seorang pria yang “berhidung belang”, tapi bukan hidung belang bawaan dari lahir, yang sedang terasik-asik, keasyikan sedang berada “di puncak” bersama seorang “bidadari” di sebuah lokalisasi (lagi ngapain ?), harus siap menghadapi resiko berat kalau di kemudian hari harus terisak-isak karena dirawat di rumah sakit akibat terjangkit penyakit kelamin, meski bukan di lokalisasi pun bisa juga terjangkit salah satu penyakit yang mematikan tersebut, tapi resiko lebih kecil.
Ada juga resiko yang lebih berat, sangat berat, ketika pria hidung belang tersebut sedang terasik-asik, keasyikan berada “di puncak” dengan seorang “bidadari”, bersenang-senang di lokalisasi, tanpa disangka-sangka terusik oleh kehadiran malaikat yang diutus oleh Yang Maha Kuasa, yang akan “memulangkannya” kembali ke alam lain yang sangat berbeda dengan alam di mana lokalisasi tersebut berada. Maka belum sempat si hidung belang tersebut menyadari dan menyesali keasyikannya yang sangat keliru tersebut, di alam “sana” akan meratapi penyesalan yang amat dalam dan berkepanjangan sambil terisak-isak berkepanjangan juga.
Seorang penyeleweng dana milyaran dengan jumlah yang diselewengkan (milyaran juga dong), karena terlalu asik, keasyikan terus menerus menyeleweng, menilep (mumpung), suatu saat nanti, perbuatannya pasti terbongkar juga, akhirnya akan menyesali perbuatannya dengan terisak-isak (tapi di depan kamera). Lalu nanti malam waktu sudah masuk penjara? Ketika sudah sepi ? Ketika lagi nggak ada kamera ? Bisa jadi akan terjadi transaksi yang asik dan saling mengasyikan.
Semua yang mengasyikan, yang asik-asik kalau terlalu keasikan bisa berujung pada penyesalan yang biasanya menjadi terisak-isak.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: