BELI HADIAH

Di mana belinya yah ? Yang ber hadiah pun di jaman sekarang kayaknya susah dan nggak ada yang gratisan nih ! “Nyaris semuanya harus mbayarrr ! “Kalo dibilang “nyaris” berarti masih ada peluang dong yang gratis?” “Memang masih ada juga sih, semuanya relatif, setidak-tidaknya dengan “syarat dan ketentuan yang berlaku” (tulisannya keciiil).
“Hadiah kan gratis ? “Ah ! gimana caranya ?” “Kalo jaman dulu kala, boleh jadi banyak hadiah yang diberikan secara gratis, alias cuma-cuma, (Kok bisa yah ?)
Jaman dulu kita nyimpan uang, didiemin, nggak diapa-apain, bisa nambah tuh uang, simpanan jadi lebih banyak. (Sekali lagi) “Kok bisa yah ?” “Caranya gimana?” “Yah tinggal simpan aja, terus diemin”. “Kalo sekarang ? Eit ! tar dulu, you (all) harus setor dulu ke sini, beli dulu “segala sesuatunya”, nanti diundi, baru nanti (mudah-mudahan) dapat hadiah”. Jadi kalau mau dapet hadiah harus keluar modal dulu, itu sih sama juga beli.
Pada awalnya membeli barang, order jasa atau pesan semacam produk digital dll, dijanjikan dapat hadiah, tapi nanti hadiahnya harus ditebus, berarti sama juga beli hadiah.
Pernah ada juga yang mau beli balon tapi syaratnya harus beli ice cream dulu. Balon harganya sekitar 3rb-an, kalau ice cream harganya kurang lebih 25rb-an. Maka ketika pengunjung yang membawa serta anak-anaknya yang masih kecil (baca : balita), terus si anak merengek-rengek minta dibelikan balon, terpaksa deh beli ice cream dulu yang harganya 25rb-an, baru dapet tuh balonnya, daripada si anak sampai meraung-raung di tengah keramaian tempat perbelanjaan, bikin grogi ortunya nanti. Kayaknya mancing pembeli ice cream dengan rengekan dan raungan anak kecil yang pengen dibeliin balon. Jadi beli ice cream terus dapet bonus balon atau beli balon dapet hadiah langsung ice cream ?
Ada juga yang nggak diduga-duga, sekonyong-konyong memberi kabar :  “Selamat ! Anda mendapat hadiah besar, belasan juta, harap hubungi si anu di no. XXXXXXXX, tapi (dijamin) pasti urusannya harus keluar duit dulu.  “Nanti hadiah uangnya …
Nggak disangka-sangka tiba-tiba ada juga yang menjanjikan hadiah gratis, tapi harus datang dulu “ke sini”.  “Ya datang ke sana kan nggak gratis, harus pakai ongkos, ongkos bis, ongkos taksi, ongkos pesawat, kan keluar duit juga, belum di sananya “nggak tau apa yang akan terjadi”.
Atas nama hadiah besar tapi ujung-ujungnya harus keluar modal materi dulu.
“Kirimkan kemasan atau bungkus atau tutup botol atau sms sebanyak-banyaknya, semakin banyak anda kirim akan semakin besar kesempatan anda untuk memenangkan hadiah !” “Bagaimana kalau yang kirim nggak banyak ? “Gimana caranya agar hadiah akan tetap keluar juga ?”
Entahlah kalau di pesta demokrasi atau politik apakah banyak juga transaksi jual-beli hadiah antar kontestan ?
Adakah yang bisa memberikan hadiah besar atau bonus besar tanpa harus menebus atau tanpa beli banyak dulu ?
Yang pasti hanya Allah Swt yang bisa memberi hadiah tanpa harus menebus atau membeli dengan jumlah tertentu, harga tertentu, cukup dengan modal “ikhlas”, “hadiah” pasti didapat, nilainya jauh berlipat-lipat.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

One Response to BELI HADIAH

  1. Pingback: UANG..MANA UANGKU..? « Blog SD18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: