LIFE STYLE SANDANG PANGAN

Kebutuhan pangan semakin meningkat.  Setiap tahun dengan penduduk yang semakin bertambah banyak,  persaingan semakin ketat,  cara kreatif model apapun mau nggak mau harus dilakukan agar perut tetap kenyang,  minimal terisi dan tidak sampai kelaparan seperti yang terjadi di daerah rawan pangan. Cara lama bisa ketinggalan

Kebutuhan sandang semakin meningkat,  juga dengan jumlah penduduk yang semakin bertambah banyak. Aktifitas apapun wajib dilakukan agar jangan sampai malu karena kelihatan jelas auratnya gara-gara kekurangan (nggak punya) sandang, jangan sampai (gara-gara) kekurangan sandang jadi menggigil kedinginan, meskipun sandang khusus untuk keperluan musim panas yang bikin gerah, yang sebetulnya bisa membuat malu, juga ada dibuat.

Kebutuhan life style pun sudah terasa nggak boleh ketinggalan, juga akibat dengan bertambah banyaknya penduduk.  Cara-cara smart bagaimanapun terpaksa deh dilakukan, baik oleh mereka-mereka yang nggak (kaya) kaya, golongan yang kayanya kurang kaya ataupun oleh komunitas yang kaya serta (keturunan) keluarga sangat kaya, agar tetap bisa tampil keren, konfiden dan bergaya.

Dan pada perkembangannya, kebutuhan akan pangan bisa menciptakan varian-varian makanan, dengan istilah populernya yang disebut kuliner, produk olahan pangan dari yang masih mentah hingga yang siap santap, semakin banyak tersedia untuk segera dibeli.  Produk pangan yang dari jaman primitif hingga jaman yang serba online dan internet sekarang ini, yang (pasti) dimasukkan lewat jalur khusus yang sama, yaitu selalu dari mulut hingga turun ke perut, pun akan bisa mempengaruhi kebutuhan life style.

“Kalo belum pernah mencicipi menu makanan special di restoran tertentu dan di saat-saat tertentu, masih kurang bergengsi, belum bergaya”

“Kalau belum pernah nongkrong sambil minum-minum di kafe-kafe yang terkenal, terutama di saat event-event special tertentu, sepertinya kurang gaya, kurang gaul”

“Walaupun terasa sudah kenyang dan penuh tapi kalo belum makan nasi, dibilang belum sarapan ?”, hingga ketemu (makan) nasi”

Dan kebutuhan sandang pun, yang dari jaman primitif hingga jaman serba online dan internet sekarang, yang fungsinya tetap sama yaitu untuk menutupi anggota tubuh dari organ yang biasa hingga organ yang (alat) vital, demi menahan hembusan udara yang dingin, sudah semakin bervariasi dan bisa segera dibeli.  Meskipun demikian, sandang untuk memenuhi kebutuhan di kala cuaca panas terasa menyengat, yang jelas berbeda dan (mungkin) lebih terbuka, bahkan minimalis juga banyak tersedia untuk segera dibeli. Yang model jaman primitif pun bahkan kembali dipakai oleh sebagian manusia yang hidup di jaman yang serba online dan internet ini, mungkin untuk dijadikan sebuah inspirasi.  Entahlah, apakah manusia yang hidup pada jaman primitif dulu yang pasti belum mengenal online dan internet, tau dan mampu memprediksi bahwa sandang yang mereka pergunakan akan diadopsi bahkan kembali dikenakan oleh generasi manusia jauh sesudah mereka. Produk sandang pun dengan aneka variannya bisa mempengaruhi kebutuhan life style juga.  Maka demi terpenuhinya kebutuhan life style dari sebagian orang, ada yang (semata-mata) mencari pangan dengan sandang yang sudah banyak terpengaruh oleh life style. Maka untuk terjaganya kebutuhan life style dari sebagian orang, ada yang (semata-mata) mencari sandang dengan pangan yang sudah banyak dipengaruhi oleh life style. Atau adakah yang rela mengorbankan kebutuhan sandang pangan untuk “yang lain” bahkan untuk diri sendiri, demi langgengnya kebutuhan life style ?

Maka untuk terpenuhinya kebutuhan sandang pangan dari sebagian orang, ada yang mencari life style yang juga mungkin juga sudah terpengaruh oleh sandang pangan.

Adakah yang mengorbankan kebutuhan life style nya demi langgengnya kebutuhan sandang pangan ? Yang terakhir ini jelas masih banyak.

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

One Response to LIFE STYLE SANDANG PANGAN

  1. Pingback: ANTI BARANG MURAHAN ANTI DIMAHALIN | Blog SD18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: