RESIKO ORANG BERHAK

accessories ornament

 

Orang yang pinter (dengan segala resikonya), berhak untuk menipu, mengelabui, berkelit
Orang yang goblog (dengan segala resikonya), berhak untuk bengong ketepu (pasrah abiss)                                                   

Orang yang kaya (dengan segala resikonya), berhak untuk pelit. pedit bin bakhil alias kikir
Orang yang miskin (dengan segala resikonya), berhak untuk hidup sengsara.

Orang yang sukses (dengan segala resikonya), berhak untuk sombong, busung dada, over confident alias pede abis.

Orang yang gagal (dengan segala resikonya), berhak untuk stress, lompat dari lantai sekian sampai “abiss” di lantai sekian.

Orang yang ngetop (dengan segala resikonya), berhak untuk diuber-uber fans ke mana aja, bahkan sampai ke liang lahad.

Orang yang terkucil (dengan segala resikonya), berhak untuk menjadi psikopat

Orang yang cakep (dengan segala resikonya), berhak untuk jadi selebriti.

Orang yang jelek (dengan segala resikonya), berhak juga dong untuk jadi selebriti.

Orang yang kuat (dengan segala resikonya), berhak untuk petantang-petenteng sambil nenteng rantang.

Orang yang lemah (dengan segala resikonya), berhak untuk payah, termasuk lemah syahwat, tak berdaya.

Orang kota (dengan segala resikonya), berhak untuk (pengen) pulang kampung pas liburan.

Orang kampung (dengan segala resikonya), berhak untuk rantau ke kota, mau jadi “URBAN LEGEND”.

Orang-orang yang punya teknologi tinggi (dengan segala resikonya), berhak untuk terbang tinggi hingga kalau perlu bikin kavling di bulan

Orang-orang yang punya teknologi tinggi (baca : mampunya cuma beli barang teknologi tinggi) dengan segala resikonya berhak untuk seperti Si Pungguk merindukan bulan.

Orang pengusaha (dengan segala resikonya), berhak untuk mem-PHK pegawainya.

Orang pegawai (dengan segala resikonya), berhak untuk di-PHK pengusahanya.

Orang yang sedang bahagia (dengan segala resikonya), berhak untuk tertawa terbahak-bahak.

Orang yang sedang sedih (dengan segala resikonya), berhak untuk terisak-isak, meraung-raung menangis

Orang yang sedang sehat (dengan segala resikonya), berhak utk memasukkan yang macem-macem ke dalam perut lewat mulutnya.

Orang yang sedang sakit (dengan segala resikonya), berhak utk males memasukkan macem-macem ke dalam perut via mulutnya.

Orang yang sedang berada di atas (dengan segala resikonya), berhak untuk injak-injak apa saja yang ada di bawahnya.

Orang yang sedang di bawah (dengan segala resikonya), berhak untuk lihat-lihat apapun yang ada di atasnya.

Orang yang sedang berada di depan (dengan segala resikonya), berhak untuk nyari pengikut.

Orang yang sedang berada di belakang (dengan segala resikonya), berhak untuk ngikut-ngikut, megangin buntut.

Orang item (dengan segala resikonya), berhak untuk memutihkan dirinya seputih-putihnya.

Orang putih (dengan segala resikonya), berhak untuk membuat dirinya (tapi nggak mau item lho!), secokelat-cokelatnya aja deh !.

Orang yang makan (dengan segala resikonya), berhak untuk mengotori perutnya sendiri

Orang yang muntah (dengan segala resikonya), berhak untuk mengotori yang di sebelahnya, termasuk lingkungan sekitarnya.

Orang yang tua (dengan segala resikonya), berhak untuk mau dihormati oleh para muda-mudi

Orang yang muda (dengan segala resikonya), berhak untuk mau disayangi oleh para tetua (baca : senior)

Orang yang pacaran (dengan segala resikonya) berhak “berduaan memiliki dunia ini”

Orang yang single jomblo (dengan segala resikonya) berhak untuk “Sabtu malam kusendiri, tiada temanku lagi”

Orang yang waras (dengan segala resikonya), berhak untuk beraksi dan berbuat dengan setengah gokil.

Orang yang “full gokil” (dengan segala resikonya), berhak untuk beraksi seperti orang yang nggak gila (baca : waras).

Orang import (dengan segala resikonya), berhak untuk diimport.

Orang lokal (dengan segala resikonya), berhak untuk seperti orang import (baca : indo)

Orang-orangan (dengan segala resikonya) berhak untuk dijadikan orang beneran.

Orang beneran (dengan segala resikonya) berhak untuk dijadikan orang-orangan.

Orang yang ikhlas (dengan segala resikonya), berhak untuk dibalasnya “nanti aja”

Orang yang riya (dengan segala resikonya), juga berhak untuk di balasnya “nanti aja”

 

accessories ornament

 

HOMEPAGE

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: