SAMPAH MASYARAKAT

Pengelolaan sampah ada yang secara tradisional, menurut kebiasaan orang-orang jaman dulu, yang diajarkan oleh para pendahulunya, bapak moyangnya atau nenek moyangnya, antara lain yaitu dengan apa yang disebut istilahnya nabun, secara berkala, dibakar seadanya, karena jaman dulu tanah kebun keluarga masih luas-luas, belum banyak manusia, bangunan atau rumah. Resiko ? kebakaran lingkungan sekitarnya bahkan bisa jadi kebakaran dengan skala besar, misalnya kebakaran hutan berhektar-hektar, yang bisa menghasilkan komoditi ekspor, dikirim ke negara tetangga melalui udara, tapi itu gratis alias nggak usah beli, bebas pajak bea masuk. Dari yang jaman dulu barangkali barang-barang plastik masih sedikit, masih jarang, karena mungkin masih banyak kemasan barang-barang yang masih pakai dedaunan, anyaman bambu, rotan dll, hingga jaman sekarang yang barang-barang yang dikemas dengan plastik semakin banyak.
Ada lagi pengelolaannya yang modern, lebih teratur. Jaman sekarang karena telah berkembang tapi lahan tempat berpijak makin menyempit, ditempatkannya di lokasi yang telah disediakan. Kalau nggak begitu, sampah yang dari ukuran sebesar jarum jahit hingga sebesar barang-barang besar yang dijahit, seperti kasur, akan dibuang ke mana-mana, ke sungai misalnya. Setiap hari secara rutin pula ada angkutan truk yang mengambilnya untuk dibawa ke TPA nun jauh di seberang sana, dibuang jauh-jauh, untuk didaur ulang menjadi sesuatu yang pasti berguna. Kalau model yang kedua ini ada iurannya alias harus membayar. Resiko ? pencemaran lingkungan sekitar tempat pembuangan akhir itu dan secara nggak sengaja bisa menghasilkan komoditas ekspor juga, tapi bukan
ke negara tetangga melainkan ke lain rukun tetangga bahkan ke lain rukun warga.
Yang ketiga, pengelolaannya di tempat yang ada yang disebut panti sosial. Untuk dibina menjadi lebih baik. Seperti halnya daur ulang, yang ke-3 ini juga biar bisa menjadi lebih baik dan pasti berguna, meskipun demikian sampah masyarakat jenis ini bisa jadi hasil akibat dari salahnya system pengelolaan masyarakat.

COMMUNITY TRASH

RECYCLE

FOR SALE or FREE

Capnya yang barang daur ulang, seperti gelas-gelas plastik bekas minuman ringan, yang dipungut dan dikumpulkan oleh orang-orang dengan profesi khusus, kemudian dijadikan lagi tempat untuk minuman ringan. Harganya ? Jelas berbeda dengan sebelum daur ulang, kesannya juga jelas berbeda, apresiasinya bermacam-macam.
Di Amerika, sebuah lokomotif diesel yang telah berumur 50 tahunan ditarik dari peredaran, oleh seseorang yang juga sudah berumur 50 tahun lebih 20 tahun (baca: 70 tahun) dan bertindak sebagai ketua tim ahli yang sudah berpengalaman dalam hal copot mencopot, pretel mempreteli. Kemudian dipreteli satu persatu seluruh komponennya termasuk kabel-kabelnya yang terbuat dari karet, lalu besi-besinya baik yang baja maupun yang biasa, tapi keras juga, dilebur di pabrik peleburan untuk menjadi besi lagi, lalu mesinnya di perbaiki lagi, TUNE UP di workshop, dirakit lagi sampai akhirnya dipakai lagi sebagai lokomotif diesel. Berguna kembali.

SUMBER : KompasTV acara Mega structure

Di Rusia, sebuah kapal selam dengan tenaga nuklir yang canggih, submarine yang terbesar di dunia, meski kalau sedang berada di tengah lautan tetap aja terlihat kecil juga. Karena perkembangan jaman sudah berbeda, model perang dinginnya juga sudah berbeda, daripada memakan biaya operasional banyak bertahun-tahun, nungguin perang yang nggak dingin biar bisa dipake tapi nggak perang-perang juga, terpaksa dipensiunkan lalu di preteli hingga memakan waktu berbulan-bulan. Karena ada bagian yang sangat sensitif, bahan-bahan yang mengandung radioaktif, yang bukan saja bisa menjadi sampah masyarakat yang sangat mematikan, tapi bisa jadi sampah masyarakat level internasional, mengundang protes keras dari banyak negara.

SUMBER : KompasTV acara Mega Structure

 

Orang ke-3

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: