OLEH-OLEH DARI PUNCAK BOGOR

 

lauk pauk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kawasan Puncak dan Bogor serta daerah di sekitarnya di sana karena sudah kelebihan atau surplus, maka dikirimlah dengan perasaan berat hati dan nggak enak tapi mau nggak mau jadi harus, oleh-oleh ke Jakarta yang memang sebetulnya sudah serba kekurangan, baik kurang air, karena serbuan air dari utara sana semakin dahsyat (baca: rembesan air laut yang asin), ataupun memang takdirnya kurang tinggi (baca:letaknya lebih rendah). Padahal propinsi DKI Jakarta sudah kadung menjadi barometernya Indonesia, menjadi andalan Indonesia, boleh juga disebut dengan istilah miniaturnya Indonesia. Tapi sayangnya oleh-oleh yang dikirm dari kawasan Puncak Bogor dan sekitarnya itu juga sangat berlebihan dan kurang cocok pada tempatnya, nggak proporsional, jadi boro-boro mau dimakan atau dikonsumsi dan dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari atau bisa jadi memang telah terjadi ketidak seimbangan alam. Yang tadinya harusnya menerima oleh-oleh itu sudah pada pergi atau dipaksa pergi entah kemana. Dan pabrik yang memproduksi oleh-oleh itu juga sudah berlebihan, atau di Puncak atau Bogor yang sudah menjadi salah satu daerah tujuan wisata favorit sana sudah pada tidak mau menerimanya, akhirnya kebanjiran oleh-oleh, tidak tertampung lagi, oleh-oleh pun nggak sempat termakan dan berserakan di mana-mana sampai akhirnya pada membusuk dan berbau. Ujung-ujungnya dibuang ke tempat sampah.
Apakah sebelumnya karena kurang berterima kasih, dikirim oleh-oleh malah ditolak, tidak disyukuri. Atau acuh tak acuh, istilahnya butuh nggak butuh. Ketika lagi berlimpah nggak disyukuri, malah dihambur-hamburkan sampai mubazir, ketika lagi sulit yang ada maki-maki. Maka ketka sudah kepepet, dibuatlah celengan dalam bentuk tempat penampungan sementara. Jadi nantiketika ada kiriman oleh-oleh dari Bogor Puncak, kalau lagi nggak butuh kan bisa ditampung di tempat itu atau celengan itu, nanti pada suatu saat lagi butuh nggak susah-susah nyarinya.

Jadi antara si pengirim oleh-oleh, dalam hal ini Puncak Bogor dengan si penerima oleh-oleh, dalam hal ini Jakarta dan sekitarnya yang posisinya lebih rendah, harus bekerjasama.

Jadi kerjasama dalam pengelolaan oleh-oleh ?

Advertisements

About blogini
Site ini berisi tentang gambaran keadaan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: