SOLUSI SELALU ADA, MESKI KADANG KONTROVERSIAL

Kreatifitas-kreativitas baru dan ide-ide cemerlang bisa muncul karena kondisi dan keterbatasan-keterbatasan.  Ngakal-ngakalain biar bisa, biar jalan lancar, yang penting jalan dulu, biar jadi, walau sifatnya darurat, daripada mengeluh terus.
Untuk menempuh jarak satu juta kilometer harus memulai dengan satu dua langkah.
Akhirnya tanpa disengaja, terciptalah sebuah karya atau solusi yang di luar kebiasaan yang sudah ada, yang tidak lazim, tapi revolusioner dan mendunia. Kalau dalam dunia olahraga yang penting dapet nilai dulu, menang dulu, seperti :

Pemain sepakbola dari Argentina, Diego Maradona terpaksa menggunakan tangannya untuk memasukkan bola ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986 di Mexiko. Habis kurang tinggi sih bodynya. Niatnya mau nyundul itu bola dan lompatannya sudah maksimal, tapi sayang, masih kalah tinggi dengan penjaga gawang Inggris Peter Shilton. Wasit dan hakim garis yang terbatas pandangannyapun mensahkan bola yang masuk ke gawang. Goooll … Meski kemudian Maradona “menebusnya” dengan aksi solonya yang fantastis. SOLUSI mencetak gol dari si Maradona ini terkesan kontroversial, soalnya jadi populer dengan sebutan gol tangan Tuhan, HANDS OF GOD. Barangkali akal-akalan seperti Diego ini tidak akan ada lagi, karena berbau keberuntungan.
Contoh solusi di dunia sepakbola, apalagi yah ? “Mohon SOLUSI, trims sebelumnya” 

Pebalap MOTOGP dari Italia Valentino Rossi dari tim Yamaha, pada balapan di sirkuit Laguna Seca, USA di tahun 2008, menyalip lawan tangguhnya, pembalap dari Australia Cassey Stoner dari tim Ducati. Uniknya si Rossi menyalip dari sisi dalam yang terlalu sempit, akhirnya keluar dari jalur track dan seperti memaksakan, sudah menyentuh tanah, walau berhasil tapi yang jelas sangat berbahaya. Yang uniknya, kejadian yang seratus persen sama malah dialami oleh ROssi sendiri, ketika dia disalip dengan cara yang 100 persen sama oleh pembalap muda Spanyol dari tim Repsol Honda, Marc Marquez di arena balap yang sama di tahun 2013.

Contoh solusi di dunia balap, apalagi yah ? “Mohon SOLUSI, trims sebelumnya”

Yang berikut ini mungkin berbeda.

Seorang gitaris rock di era 80-an dari Group musik Van Halen, Eddie Van Halen, lewat sebuah nomor instrumentalnya yang berjudul ERUPTION, sukses mempopulerkan teknik inovasi bermain gitar yang unik yang disebut tapping, yang hingga saat ini caranya bermain gitar tersebut masih menjadi trend gitaris rock sekarang. Begitulah solusinya Eddie menghadapi persaingan antar gitaris-gitaris musik hardrock.
Contoh solusi di dunia musik dan hiburan, apalagi yah ? “Mohon SOLUSI, trims sebelumnya”

Mau jadi orang yang terkenal, ngetop melalui televisi misalnya (sering tampil di tipi), HALL OF fAME. “Wah, sudah banyak sekali saingannya nih! Yang cantik sudah banyak, yang ngganteng bejibun, yang seksi, berderet ? Apalagi ? yang keren Juga buanyakkk. Solusinya bagaimana yah ?
Banyak sekali orang yang berusaha mencapainya dengan aksi-aksi kontroversial yang unik, spektakuler, nggak lazim, tampil beda, berani bahkan rada nekat dengan resiko berat, baik secara fisik maupun non fisik.
Haruskah permasalahan yang sudah bertahun-tahun tidak kunjung usai, bertumpuk-tumpuk dan sepertinya berlarut-larut malah kayanya dibuat-buat kaya baut yang kusut, juga dengan cara solusi yang kontroversial ?
Perjalanan manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia ini memang luar biasa. Sejak jaman Nabi-nabi dan para Rosul hingga saat ini, ujian berat selalu ada, bahkan golongan-golongan Nabi dan Rosul, standar ujiannya jauh lebih berat, melebihi cobaan dan ujian untuk manusia-manusia biasa.
Beberapa orang berkata bahwa “Hidup itu harus dijalani”
Ada lagi yang berkata bahwa “Hidup itu harus terprogram”
Berdoa demi sebuah solusi, tapi jawaban dari Yang Maha Pemberi solusi, kurang jelas kapan ? Segera terkabul saat itu juga ?, semenit lagi ? sejam lagi ? atau sebulan lagi ? atau setahun lagi? Ketika sudah terkabul, ternyata jawabannya … (maunya kita sih) yang enak menurut kita, tetapi dikasih yang kontroversial menurut kita. Tapi … Entah. Ya udah deh, sabar sabar sabar sabaaar… Walaupun menurut kita kontroversial, tapi itulah jawaban yang terbaik untuk kita dari Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Kan DI BALIK KESULITAN-KESULITAN ADA KEMUDAHAN-KEMUDAHAN.

Advertisements

KERJA ter PAKSA BIAR BISA KEBELI

Kalo nggak maksain beli, gimana aja caranya, kita terpaksa jadi nggak punya, kapan punyanya ?, nggak bakalan dapat apa-apa, nggak bisa terpenuhi. Makanya harus kerja. Jaman dulu, bisa disebut jaman kolonial, di masa penjajahan bangsa penjajah, ada istilah kerja paksa, kerja rodi, Romusha. Bangsa yang serba nggak berdaya jadi tertipu daya oleh bangsa adidaya, nggak tau apa karena kurang daya, nggak cekatan atau hal lainnya, dikerjain (baca: dipekerjakan) dengan paksa agar bisa menghasilkan sesuatu demi target bisa tercapai. Kerja paksanya pasti nggak SANTAI, bikin langkah jadi GONTAI, kakinya DIRANTAI, DIBANTAI akhirnya jatuh (mending) ke PANTAI, lha ini ke kerasnya LANTAI. Tapi bangsa yang kurang daya tadi, yang dipaksa kerja sampai mati-matian (baca: sampe mati beneran) malahan tidak bisa kebeli sesuatupun walau sedikit. Ironisnya yang mereka dapat malah kesengsaraan dan kesedihan yang bisa dirasakan mungkin hingga anak cucu cicit, bahkan hingga ke next next next generation. Meskipun yang dirasakan oleh cucu cicit itu bisa berupa warisan situs sejarah yang bisa juga bermanfaat dan jadi pelajaran bagi generasi berikutnya, tapi sampai kapankah ? “Kalau warisan situs sejarah itu mau digusur demi sebuah pembangunan system baru, gimana ?


Kalau jaman sekarang yang sudah merdeka, sudah terbebas dari belenggu penjajahan, bisa disebut dengan istilah asing Independence Day, sistem kerja paksa barangkali sudah tidak ada lagi. Kalau terpaksa harus kerja, banyak. Karena kebutuhan hidup yang amat sangat mendesak. Apalagi yang harus dibeli itu kebutuhan pokok yang harganya terus ke atas terdesak alias naik, bikin nafas ini jadi terasa sesak. Pada akhirnya bisa kebeli juga sih, tapi jadi lebih sedikit, baik secara itung-itungan kuantitas maupun ukuran kualitas,
“Kemarin-kemarin biasanya kalo beli dua rebu bisa dapet tujuh, sekarang beli dua ribu cuma dapet tiga biji doang”.
“Tadinya barangnya tebel, sekarang kok jadi tipis begini yah? SLIM. Kalo mau beli dengan jumlah yang sama seperti waktu sebelumnya ? “Wah pasti harganya jadi lebih mahal, rogoh kantong lebih dalam lagi, keluarin uang harus lebih banyak. “yah, terpaksa deh harus kerja lebih keras lagi. Ini otak dan fisik harus diputar, di buntang banting lebih kencang lagi.
Yang tadinya muter otaknya 50 kali, sekarang otak nan lembut ini harus diputer sampai 150 kali”. TWISTER
“Bagaimana yang otaknya sebelum diputer memang sudah pusing tujuh keliling barangkali yang disebut dengan istilah mumet lalu harus diputar sebanyak itu ?
Yang tadinya bontang banting fisiknya sampai pegal linu, encok, yang barangkali bisa pulih setelah minum jamu, sekarang buntang banting fisiknya nyaris bikin copot semua organ tubuh, seperti boneka Barbie yang nasibnya tragis berada di tangan para balita.
“Habis pilihannya cuma itu sih !”. Resikonya diriku ini bisa cepat tua, bisa kena sakit tipes, kuning, lever hepatitis dll,  karena kelelahan, over dosis kerja”.

NOW WE ARE OPEN FOR TWENTY FOUR HOURS AND SEVEN DAYS

“Bagaimana nasib mereka yang kerjanya sudah keras tapi nggak bisa diperkeras lagi ? Akan jadi lebih besar pasak daripada tiang, nggak bakalan bisa nutup. Istilah populernya kalau ditranslate ke English jadi “TO DIG HOLE FOR CLOSE HOLE”
“Bagaimana pula nasib mereka yang kerjanya sudah keras, terpaksa dibikin lebih keras lagi, ehh ujung-ujungnya malah nggak kebeli apa-apa juga? Yahh, kalau begitu sih bedanya tipis dengan kerja paksa jaman kolonial dulu.
“Terus apa bedanya dengan dipaksa suruh beli ? Bagi yang nyuruh beli sih enak, kartunya udah ada di tangan mereka, tinggal mainin kartu as-nya.
Kebalikannya, dipaksa beli agar bisa kerja…ada banyak juga. Karena mau kerja demi memenuhi kebutuhan, terutama yang pokok, yaitu pastinya harus dengan cara membeli, maka kerjaannya harus kebeli dulu. Demi membeli harus kebeli. Kalo ke Bali harus membeli, itu sudah pasti, beli tiket, beli karcis masuk, beli cindera mata, beli oleh-oleh dll. Tapi ini demi kebeli harus membeli.
Terpaksa beli agar bisa kerja yang kadang-kadang jadi terpaksa kerja dan dipaksa kerja juga.

LIBURAN HARI SABTU

calender

Hari Sabtu telah tiba lagi, waktu 1 minggu terasa cepat sekali, sepertinya hari-hari kemarin masih terasa deh, sekarang sudah akhir pekan lagi Sabtu lagi, libur lagi, santai lagi. Masih teringat sangat jelas, beberapa hari yang lalu bahkan seminggu yang lalu, sempat bertemu teman-teman atau ngobrol sama saudara atau adik atau kakak, pergi jalan-jalan ke tempat wisata atau traveling bersama keluarga, dll, bicara tentang macam-macam hal atau peristiwa yang ringan yang mungkin cara untuk menghilangkan stress, dengan siapa saja, eh sudah sampai hari Sabtu lagi.
Hari ini lebh baikkah dibanding hari kemarin? Sudah menghasilkan apa yah ? Sudah berbuat apaan yah dengan sebaik-baiknya, yang ada manfaatnya untuk mahluk yang lain, khususnya menghasilkan nilai tambah bagi orang lain, walaupun hal-hal kecil, yang terlihat sepele. Kalaupun tidak mampu berbuat menghasilkan untuk mahluk yang lain yang banyak khususnya orang lain yang banyak, tapi setidaknya untuk satu orang atau mungkin orang lain yang sangat sedikit.
Apakah peristiwa yang walaupun masih bisa diingat jelas beberapa hari kemarin atau seminggu kemarin bahkan satu bulan yang lalu itu, sesuatu yang menghasilkan ada manfaatnya untuk mahluk yang lain khususnya orang lain atau malah merugikan orang lain bahkan orang banyak ?
Dengan kecepatan penuh rotasi bumi ini terus berlangsung, berputar tanpa kenal hari Sabtu atau Minggu, waktupun terus berjalan, dari pagi masuk siang hingga sore, menjelang malam sampai larut malam lalu kembali pagi lagi. Yang lagi bersantai di hari Sabtu atau Minggu, yang lagi sibuk nggak pernah dipedulikan.
Waktu beberapa detik saja sepertinya bisa menjadi sebuah peluang untuk berbuat menghasilkan manfaat untuk orang lain, misalnya memberikan sapaan dan senyuman yang tulus.
Waktu beberapa detik saja sepertinya bisa menjadi sebuah peluang untuk menghasilkan manfaat bagi mahluk selain manusia, misalnya menyiram satu pot tanaman yang hampir kekeringan atau diberikan ke seekor kucing atau anjing yang haus dengan air putih bening dari minuman kita tadi malam yang sudah dianggap kedaluwarsa.
Walaupun banyak ahli-ahli yang nota bene adalah penghuni bumi juga, menyimpulkan secara ilmiah, sudah banyak perubahan drastis terhadap bumi ini, tapi mereka khususnya nggak ada yang tau, kapankah planet yang mendapat julukan planet biru ini yang terus menerus berputar akan jadi aus dan akhirnya berhenti berakhir, END OF DAY. Entah tahun 2012 ? entah tahun 2021 ? atau 2112 ? atau tahun 2121 ? atau (mungkin) tahun 21212 ? Di hari Jum’at Sabtu atau hari lainnya.
Dan juga nggak tau kapan diri ini “berakhir berputar”, entah 2012 ? entah sebelumnya ? entah beberapa detik setelah sekarang ?
Untuk mengimbangi kecepatan rotasi planet bumi yang terus berputar tanpa henti ini memang berat.
Bagi yang sedang diberikan kemudahan-kemudahan, semoga dalam suasana luang senggangnya di hari Sabtu atau Minggu, tiba-tiba jadi teringat mau membantu kesulitan orang lain yang mungkin bukan di hari Sabtu Minggu aja kesulitannya, tapi setiap hari. Bukan lagi dalam waktu luang senggang, lalu malah nyusahin orang lain.
Bagi yang sedang diberikan keistimewaan-keistimewaan, semoga dalam suasana berpangku-tangan tiba-tiba secara reflek tangan pun bergerak untuk mengulurkannya demi berbuat sesuatu untuk orang lain.
Yang lebih istimewa lagi, bagi yang sedang diberikan kesulitan-kesulitan, tapi masih sempat-sempatnya membantu orang lain yang sedang dalam situasi yang lebih kesulitan-kesulitan lagi dan paling sulit, dari mulai hari Sabtu hingga Sabtu lagi.
.
.
.
Baca Artikel Motivasi Lainnya :

fenomena Indonesia1libur sabtu1modal sukses1perbedaan1negara adi daya1olahraga menyehatkan1

 

.
.
.

TRADISI KUAT YANG TERPELIHARA

Tradisi atau rutinitas yang mempunyai/ bisa menghasilkan nilai-nilai positif untuk kepentingan bersama perlu tetap dijaga dan dipelihara. Ada banyak sekali tradisi yang sudah terpelihara selama berabad-abad, bahkan ribuan tahun. Kalau tradisi, misalnya kebudayaan yang mengandung nilai-nilai positf tetap terjaga dan terpelihara sampai sekarang, pasti ada efek yang bermanfaat juga, setidaknya bisa juga dijadikan acara yang rutin untuk menarik wisatawan dalam negeri dan wisatawan mancanegara, bisa menghasilkan devisa yang tidak sedikit.  Seperti Indonesia yang kaya akan bermacam-macam rutinitas tahunan.
Tradisi yang terpelihara berlaku juga untuk beberapa cabang olahraga.  Seperti sepakbola, bola basket, atletik, panahan dan berkuda bahkan olahraga beladiri dll.
Negara Inggris, Italia dan Spanyol serta beberapa negara Eropa lainnya, suskses menjaga dan memelihara tradisi sepakbola dalam bentuk sebuah kompetisi yang rutin yang diadakan setiap tahunnya.  Inggris dengan Liga Primernya, Italia dengan Liga Seri A atau B atau C-nya, lalu Spanyol dengan Liga Primeranya serta Jerman dengan Bundesliganya.
Kompetisi mereka sudah berjalan rutin dan “terpelihara” selama kurang lebih 100 tahun.  “Kerja keras” mereka memelihara tradisi kompetisi permainan sepakbola yang kurang lebih cara memainkannya “begitu lagi-begitu lagi” dan begitu juga-begitu juga”, sampai sekarang patut dicontoh.  “Tapi mereka juga sering bermasalah tuh !” “Hambatan dan masalah maksudnya ?”. Wajar-wajar sajalah, misalnya masalah wasit, gaji pemain, bola yang terlalu ringan atau agak berat (tapi yang pasti bolanya masih tetap bulat), rumput lapangan (bukan rumput tetangga yang lebih hijau loh) dll.  Tapi mereka terus berusaha keras, kerja keras “bersama-sama” menyelesaikan masalah itu secepat mungkin, agar tradisi kompetisi bisa kembali bergulir, berjalan menurut relnya kembali.  Masalah-masalah model jaman primitif jangan sampai berlarut-larut mengganggu deh, apalagi masalahnya “itu lagi-itu lagi”, malu-maluin.  Tapi entah filosofi macam apa yang mereka pegang dengan erat untuk bersama-sama mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas tradisi kompetisinya ? Tujuan untuk menang dalam olahraga memang wajar, tapi apakah pada awal-awal penyelenggaraan kompetisi mereka, “kemenangan” adalah di atas segala-galanya ? Menjadi tujuan nomor satu ?
Amerika Serikat juga sangat teguh memelihara “tradisi” kompetisi bola basketnya yang mereka namakan NBA juga NCAA-nya.  Sudah puluhan tahun mereka menggelar secara rutin setiap tahun Liga Bola Basket. Bagaimana dengan tantangan dan hambatan yang mengganggu ? Jelas banyak dan sering, seperti (lagi-lagi) gaji pemain atau turun naiknya jumlah penonton. Dan (lagi-lagi) dengan filosofi apa sih mereka sukses tetapmempertahankan tradisi kompetisinya tersebut ?

beda tapi maju dgn artistic text2

 

Negeri Tirai Bambu China walaupun sudah semakin moderen, sangat terkenal dengan beladiri tradisional kungfunya.  Beladiri yang khas tersebut tetap terjaga keberadaannya, tradisinya sampai sekarang. Terbukti dunia hiburan dalam bentuk film-film yang bernuansa beladiri kungfu semakin mendunia, sampai merambah ke Amerika Serikat dan Eropa. Aktor seperti Jacky Chan atau Jet Lie menjadi jaminan film berlatar belakang kungfu tersebut, baik dengan gaya modern ataupn yang masih bergaya tradisional.
Hasilnya apa ? Kerja keras mereka disertai pengorbanan yang pasti tidak sedikit, dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, model cabang-cabang olahraga tersebut malah semakin populer dan mewabah seperti virus ke seluruh dunia.  Sudah menjadi sebuah industri besar. Sudah menjadi salah satu bisnis yang sangat menguntungkan. Cabang olahraga sepakbola dan bola basket menjadi contoh olahraga yang sudah mengglobal. Permainan sepakbola, bermain sepakbola, apalagi bisa bermain di salah satu negara Eropa sangat diimpi-impikan oleh semua pemain sepakbola dari seluruh dunia, termasuk para pemain dari Indonesia.  Beberapa pengusaha dari luar Eropa Barat seperti dari Eropa Timur, Timur Tengah, Asia dan Amerika Serikat ikut “nimbrung” juga untuk memiliki saham (membeli) beberapa klub elit sepakbola, seperti klub-klub di Inggris.
Demikian juga para pebasket dari seluruh dunia pasti sangat ingin mencicipi glamournya liga Bola Basket NBA di Amerika Serikat yang pernah memasukkan beberapa atlitnya ke dalam daftar atlit yang palig kaya sedunia.
Untuk cabang lain seperti Atletik, Berkuda, Panahan dll meski, “meriahnya” masih di bawah cabang sepakbola dan bola basket, tapi sampai sekarang tradisinya yang lebih tua dari sepakbola dan bola basket masih tetap terpelihara.
Dari contoh-contoh di atas sepertinya tidak bisa berharap banyak (terburu-buru) mendapatkan hal-hal positif dari tradisi yang masih baru, apalagi dalam memelihara tradisi tersebut sering terjadi keributan yang berlarut-larut dalam menyelesaikan hambatan dan masalah, apalagi masalahnya dari dulu cuma “itu lagi-itu lagi”, “begitu lagi-begitu lagi”.

PERBEDAAN YANG BISA MEMBUAT MEREKA MAJU

erbedaan, berbeda-beda, beda pendapat, beda pemikiran, cara berpikirnya beda, beda aliran. Perbedaan itu sebagian dari rahmat.
Gara-gara beda pendapat orang-orang bisa pada ribut, barangkali karena gengsi.
Hanya karena beda pemikiran orang bisa gampang tersinggung.
Disebabkan beda keyakinan orang bisa jadi sensitif.
Ada lagi yang positif karena cara berpikir masing-masing dari mereka berbeda, kemajuan di bidang teknologi malah terus meningkat. Misalnya :
Amerika Serikat berbeda pemikirannya dengan Rusia dalam menciptakan pesawat, khususnya pesawat tempur dan itu sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun. Maka dibuatlah pesawat tempur dengan bermacam-macam type, fungsi dengan tujuan yang sama, yaitu untuk kepentingan militer. Walaupun Amerika Serikat lebih unggul dalam hal penjualan, karena didukung oleh media informasi yang kuat termasuk film-filmnya. Tapi apakah pesawat-pesawat tempur buatan Rusia tersebut cuma sedikit yang mau beli ?. Lambat laun toh banyak juga yang membelinya, termasuk Indonesia.
Jerman berbeda pemikirannya dengan Jepang mengenai cara membuat mobil.  Selama puluhan tahun Jerman sudah terbiasa dengan cara kerja mereka termasuk dalam pembuatan mobil hingga menghasilkan produk yang diakui lebih berkualitas, terutama dalam hal kenyamanan. Jepang membuat mobil untuk menjawab keinginan orang akan mobil yang lebih murah dan terbukti lebih laku, meski beberapa merk sudah bisa hampir sejajar dengan mobil buatan Jerman. Tapi apakah mobil buatan Jerman akhirnya langsung ditinggalkan oleh pembelinya alias tidak laku, terus pabriknya bangkrut ?  Mobil Jerman tetap banyak pembelinya, terutama dari golongan-golongan tertentu atau komunitas-komunitas tertentu.
Demikian juga dengan motor. Cara orang Italia dengan orang Jepang dalam membuat sepeda motor sangat berbeda  satu sama lainnya. Masing-masing punya keunggulan dan kelemahan.
Ada satu lagi yang positif yaitu di bidang olahraga. Cara mereka berpikir untuk bermain juga beda-beda.
Inggris dengan Spanyol dengan Italia dalam hal memainkan sepakbola berbeda pemikiran. Orang Inggris bermain bola terkesan full power, kick and rush. Spanyol mengolah bola seperti yang dilakukan oleh kebanyakan tim-tim Latin, bermain dengan gaya indah. Kalau orang Italia bermain bola dengan sedikit bertahan. Walaupun berbeda, tapi ke 3 negara tersebut tidak pernah ditinggalkan oleh penggemar sepakbola di manapun, nggak pernah bosan, padahal kompetisi mereka yang berbeda tersebut sudah berlangsung seabad lebih. Bahkan sudah menjadi wabah (mania) ke hampir seluruh dunia
Ada satu lagi beda pemikiran di bidang pengobatan.
Cara bangsa China dengan bangsa Eropa atau bangsa Arab atau angsa Indonesia dalam meramu obat-obatan berbeda satu sama lain. China terkenal dengan aneka ramuan tradisionalnya, sementara Eropa meramu dengan campuran kimia. Tapi cara ke duanya hingga kini masih tetap dipakai. Bahkan perpaduan antara ramuan China dengan Eropa atau Arab atau mungkin Indonesia akan bisa memperkaya teknologi pengobatan untuk kepentingan manusia juga.
Untuk urusan masak-memasak dan urusan selera ?. Cara memasaknya orang Padang dengan orang Jawa berbeda pemikirannya. Tapi banyak orang Jawa yang sering makan masakan Padang juga dan tidak sedikit orang Padang menikmati masakan yang diracik oleh orang-orang Jawa atau Sunda.
Akhirnya saling menguntungkan.
Dari sekian milyar manusia yang ada di planet bumi ini, ada nggak yah, manusia yang 100% sama persis ?.

Bahkan dua orang kembar identikpun kalau diperhatikan secara mendetil pasti ada bedanya, setidaknya beda sekian menit waktu keluar dari rahim ibunya.

AMERIKA, EROPA, TIMUR TENGAH TERMASUK JUGA INDONESIA SELALU INGIN TAMPIL BEDA. DEMIKIAN JUGA NEGERI CHINA YANG TAMPIL MAKIN BEDA DENGAN KOTA-KOTANYA
Ini 10 KOTA TERBESAR DI CHINA !


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Artikel Motivasi Lain :

negara adi daya1modal sukses1olahraga menyehatkan1libur sabtu1fenomena Indonesia1